Harga Bikin TongPes, belum digunakan sudah kempes


20110823-210605.jpg
Sekali tempo saya beli pencegah bau ketiak disebuah Mal besar yang terletak dijantung Grogol, berpendingin udara, SPGnya ramah, barang-barang diobral murah (katanya).

Saya beli 200ml obat semprot ketiak, sebab kalau pakai barang yang satu ini saya selalu mengingat sahabat saya anak Lampung Aseli, Pepen, panggilannya yang mengajari saya bahwa lelaki di hawa tropik kudu pakai deodorant. Sejak itu kalau keluar tanpa semprot ketiak rasanya saya jadi bau macam orang India naik bus empet-empetan tanpa AC. Tapi untuk tidak terkesan genit, satu satunya parfum yang selalu dioles tiap pagi dan petang, ya hanya deodoran.

Warna kemasan kaleng hitam dan boleh dibilang sedikit kasar buatannya. Idep-idep sedang promo, maka saya beli buat serep. Maklum yang dirumah statusnya masih sedang IP (In Progress) saja belum habis. Jadi barang sengaja ditaruh di mobil, di jok belakang bersama kantong plastik berwarna hijau pupus.

Keesokan harinya waktu saya tengok, kantong plastik pembungkusnya sudah berisikan minyak sementara isi kaleng sudah nyaris kerontang. Rupanya, lantaran terjadi gagal produksi, cairan tersebut diam-diam menguap…

Merasa beli barang dengan kualitas kurang bikin puas, kami kembalikan ke outlet yang dari luar kelihatan bonafide. Tanpa banyak cingcong, SPG mengganti barang yang bocor.

Sekarang Deodoran yang kedua saya taruh di toilet, semalaman…

Wheladhalah, tobil anak kadal, besok pagi, isinya sudah tongpes.

Bosan saya mengembalikannya… Jangan-jangan oleh mbak SPG saya dikira pelihara jin, minumannya obat ketek.

Tapi ya itu konsekwensinya sekalipun saya suka aroma “rempah” – namun berhubung produk yang saya beli sungguh mengecewakan ..saya harus diniatin tidak membelinya lagi. Lalu ingat pesan anak saya “merek itu sudah menurun kualitasnya, pakai saja produk lain…”

Namun ada hikmah lain. Kalau peraturan penerbangan melarang membawa aerosol kedalam pesawat. Saya menasehati diri saya untuk percaya seribu satu persen. Coba kalau terjadi kebocoran diudara lantas terbakar… Tidak sulit membayangkannya.

Advertisements