Duh Gusti… Satu REPELITA kami saling berselisipan (ketemu), kadang sehari ketemu sampai lebih dari sekali, kok kenapa hati ini baru bergetar. Itupun setelah diberitahu istri bahwa dia dan kelompoknya sudah mengenal tempat ini lebih dahulu. Hati saya yang memang sudah dilapisi kabut gelap…

Dasar ibu-ibu – komentar kuliner masih ditambahi “predikat dan Subjek” – Pak M. Sadim orangnya ramah. Tapi taysennya – rada kaya lagu Meggy Z alias – Sakit Gigi.

Maka sekitar jam 10 pagi saya sudah nongkrong disini. Mungkin karena masih pagi, dengan sebat Sate Kambing (TANPA LEMAK – ya saya tandaskan ini tanpa Lemak dan empuk), dihidang dalam HotPlate, diikuti semangkuk Sup Kambing dan semangkuk gule Kepala Kambing. Istri sempat “mbanyaki” begitu melihat potongan mata dalam sup tengkleng. Dan saya menyikat habis semuanya.

Mungkin sekarang hati saya sudah dibaluti lemak dan kolesterol..

WARUNG SATE GOMBONG

Alamat yang tertera di spanduknya adalah Lesehan Sate Gombong, Jual Hewan Aqiqah & Qurban, Jalan Alternatif JOOR (Entah Kenapa Jakarta Outer Ringroad harus disingkat JOR dengan dua O), Jati Melati

Budget

NasGor 15/Sop 17/Tongseng 15/Sop Iga 17/Sate 2/tusuk/Buntut 25/Gule Pala Kambing 20/

MimbarPedia

TENGKLENG – olahan yang terdiri dari tulang belulang dan tengkorak -biasanya kambing- yang tidak masuk klasemen atawa fit and proper  menjadi sate.

Teysen – bahasa judi Togel dan HwaHwe – sebagai pasangan. Contoh kalau ada orang bilang Nomor 01, taysennya bisa 05, 95, 12, 45. Bisa jadi anda mimpi lihat Ular – entar ketemu saya (Ship Ular) atawa nomor 09,21,33,45,57,69,81,93

REPELITA – Rencana Pembangunan Lima Tahun. Jaman pak Harto – beliau mempunyai step-step dalam membangun. Penerusnya juga bikin REPELITA tapi banyakan Rancana Pemakzulan Lima Tahun.. Cuma berantem melulu.

Mbanyaki – macam bebek (banyak) mau bertelur. Alias panik.

Advertisements