Ketika Sapi Pulang Sebelum Petang


Maju Tak Gentar asal dibelakang Bang GUGUK

RanduBlatung mulai moncer kembali namanya sejak Komedian Thukul – sering mengolok lawan mainnya dengan sebutan “dasar bocah RanduBlatung” dan cantik menggemaskan.anda tahulah namanya

Diantara rerimbunan hutan Jati – RanduBlatung Blora kami melintasi serombongan  Sapi yang pulang ke kandang sekalipun hari belum petang.Turut dibelakang bukan aku melainkan seorang ibu bertopi caping bambu sambil menyematkan cemeti dan celurit.

Saat kendaraan kami melintasi kafilah Sapi, ternyata pemimpin perjalanan adalah seekor Anjing. Nampaknya anjing ini cukup sabar terbukti kalau ada anggota kafilah yang mbegegek menghendaki stop sebentar, entah untuk makan rumput hijau atau -mungkiin-memandangi guguran daun jati kering, maka bang Guguk juga dengan sabar menungguinya.

Yang tidak sabar justru sang majikan. Cemeti bergeletar “ceter-ceter” sambil suara hardikannya menembus kerimbunan Jati.

Sapi-sapi seperti menyindir saya. Mereka serahkan kemampuan mencari jalan pulang kepada bang Guguk yang bukan golongan pemakan rumput, selama memiliki kemampuan mengapa tidak dimanfaatkan kepiawaiannya. Sementara kita cenderung memilih sesama golongan, sekalipun mungkin keahliannya kurang tepat.

· ·

Advertisements