Dilarang Ngijing


Perjalanan Surabaya – Cepu – desa Semanggi, kalau tidak kreatip bisa membosankan. Sebelah kanan kita kadang nampak Sungai Bengawan Solo, sebelah kiri kita jalan Kereta Api. Diseberang jalan Kereta Api paling sawah dan sawah. Saat mulai jenuh, saya menangkap komplek makam desa yang rumputnya tinggi tidak beraturan.  Diantara kayu nisan, saya sempat melihat papan tulisan sudah dimakan usia – Dilarang Ngijing. Bahasa Jawanya adalah dilarang memasang baru nisan. Lantas tidak jauh dari situ, ada komplek makam yang boleh dipasang kijing. Supaya Dibyo sang driver yang “Cah Bojonegoro” ini tidak mengantuk, saya coba senggol pembicaraan ke bagian yang biasanya memancing sedikit diskusi.

Cuma kali inji saya ketemu gedebog pisang yang bernyawa. Dia hanya bicara lirih “nama desanya KLOTOK” – alih-alih dia malahan menambahkan kalimat extra “kalau di depan sana desa yang namanya Padangan yang kondang dengan Satenya.” Mustinya saya “mahfum” arti kata-kata tersebut- waktu sudah menunjukkan pukul 12:00. Namun kami sedikit kena “hukuman” tenggat waktu karena jam 13:00 sudah harus rapat dengan pelanggan.

Saya pernah baca di majalah GATRA edisi 2001 bahwa desa klotok ini dulu tinggal Buyut Abdurrahman, yang mengajar Islam – dibuktikan dengan beberapa tulisan Arab bertarikh 1674 SM kata majalah tersebut. Lha saya meluncur dengan 80-90km perjam. Hanya berdasarkan feeling bahwa benda yang baru saya lihat sepertinya bukan benda biasa.

Sebuah bedug peninggalannya kalau dibunyikan bisa menjadi alamat ada yang meninggal atau tidak. Misalnya suaranya sember macam beduk masuk angin lantaran habis dibawa begadang sahuran “DAG..DAG” – isyarat ini jarang meleset, ada warga Klotok yang bakal meninggal. Kalau suaranya “Dung-Dung” – artinya normal terkendali.

Ada banyak cerita masalah masjid Tiban dan karamah mbah Abdurrahman tetapi saya tidak dalam kapasitas menulis catatan perjalanan sampai sana, kecuali memang keberadaan makam tersebut seperti menari-nari dikepala saya dan menghilang setelah saya menuliskannya (waduh… sotoy).

Advertisements