Terpaksa ganti sepatu


Setelah letih dan lelah berjalan keliling USS di Pulau Sentosa, jalanan aspal yang saya injak seperti  menjadi babut yang tebal dan halus. Kadang seperti menginjak setumpuk permen karet yang sudah disepah manisnya. Lalu aku mulai kecapekan dan duduk di trotoir jalan sementara anak dan keponakan merubung makanan nama keren rasa opak yaitu Nacho Tacos.

Sambil mengurut kaki, saya tengok alas kaki  ini. Baru sadari bahwa sepatu keds saya menunjukkan sudah lepas pada bagian lemnya. Saya tidak boleh mengeluh sekalipun membelinya disebuah Mal di kawasan Taman Mini dengan outlet yang menunjukkan mereka distributor sepatu karet merek tidak main-main.

Lantaran sudah menjelang 60-an, saya hanya menyaratkan kepada penjual bahwa saya mau sepatu yang ringan dan slip resistant. Lalu Zul Haily bin Rahmad, menunjuk satu produk Adistar Salvation 2..

Pulangnya keluarga bertanya mana sepatu yang lama – saya hanya bilang waktu di toko Adidas di Vivocity, Harbourfront, sebagai kebiasaanku yang norak adalah beli langsung pakai. Yang lama langsung aku titipkan kepada yang jual.

Advertisements