Menolong Bocah


Perasaan belakang kepala saya seperti ada yang mengirim signal. Anda kan sering mengamati atau diamati seseorang lalu saat gelombang “entah berantah” sama panjangnya saling beresonansi lalu terjadi peristiwa “kebetulan” dimana anda menoleh beradu pandang kearah orang yang sedang mengamati anda. Reaksi saya biasanya – apa saya pakai buntut kuda.. Tapi kalau anda penggemar SINETRON – ini cerita klise mereka, lalu ditambah pakai tabrakan cowok dan cewek lalu bukunya jatuh, lantas sama-sama jongkok bareng-barang.

Cuma kali ini yang mengamati saya adalah bocah lelaki 6 tahunan sambil sesenggukan bin mewek.

Lalu saya berbisik kepada menantu saya Hajar, anak ini sepertinya mengharapkan kita menolongnya. Rupanya sudah trademark saya…

Bener saja, dia kehilangan “DAD” – yang berbaju Dark Blue.. Yang ditanya cuma orang dusun, di negeri bernama Singapura. Tapi kan menolong jangan tunggu tunggakan di bank selesai lunas.

Tapi ya syusah menginterogasi anak sesenggukan. Dengan inisiatip kami cari setiap orang yang berbaju biru (untung bocah ini ndak di Sampang – Hijau dan Biru namanya Ejo (hijau).

Lantaran tidak kunjung membuahkan hasil, kami panggil saja petugas toko elektronik tersebut. Pertanyaan mula-mula kepada saya adalah “is he Chinese?” – OMG boleh nggak sih nyubit saudara Tika Panggabean ini (cuma wacana lho). Kenapa tidak sekalian tanya agamanya apa?- lalu kalau perlu alirannya sekte sekalian.

Lantas oleh mbak yang lain bukan yang “Rasis” bocah diajak ke Customer Service dan ternyata dia tetap mbegegek tidak mau. Dia menunjuk tempat, mungkin bilang hilangnya di ruang sana.

Lalu seorang petugas – menyarankan bocah duduk diruang pamer TV 52inci – berbasis LED, touchscreen, bisa internet, 3D entah feature apalagi.. Mendadak tangisan bocah menghilang menjadi senyum. Setiap inci tv di sentuh-sentuh untuk mencari feature kesukaannya. Mungkin ini jawaban mengapa ia kehilangan orang tuanya.

Sementara paging dikumandangkan tanpa hasil, saya lihat seorang petugas mengeluarkan HP dan memencet nomor seperti didktekan oleh sang bocah. Sekalipun dia speak Mandarin, dari senyum bocah saya tahu seseorang menjawab di ujung tilpun sana.

Betul saja, seorang ibu nampak tegang mencari anaknya ditemani oleh sang bapak yang berkaos Abu-abu..

Kami langsung ple(n)cing dari tempat tersebut. Bikin hati plong kok gampang sebetulnya.

Advertisements