GULTIK – Gule Kaliotik van Lamongan


Dalam perjalanan dari Surabaya menuju Cepu, udara mendung disertai sesekali hujan gerimis, jalanan yang sepi , perasaan lapar mulai mengganggu.

Saya tanya kepada Witono, pengendara mobil jemputan kami – tempat nongkrong crew pengeboran kalau makan siang (jam 15:30 makan siang?). “Ada pak, kata supir muda yang konon cukup berpengalaman melayani pekerjaan pemboran.

Lalu di Lamongan mobil dibelokkan ke warung Kaliotik. Lantaran hari minggu, dan sudah menjelang malam tak heran beberapa masakan sudah sebagian bablas. Tetapi saya menemukan potongan Lidah Goreng, Telur Matasapi dan Nasi yang diberi sayur untuk mewangikannya.

Gule Sapi, sepotong empal lidah sapi  dan Nasi berselaput Kembang Turi?. Tadinya cuma icip-icip, tetapi kenapa perut masih menagih janji.
Suasana Kedai. Witono dan Renol.
Advertisements