Dari Premium, Premix, Pertamax mengalir menjadi IREX


Majalah dan Koran Ibukota pada “bising” mengusung masalah kerusakan pompa bensin pada pelbagai perusahaan taksi. Kambing yang hitam ternyata pemakaian bensin Premium. Buntutnya – disarankan pakai BBM dengan oktan yang lebih tinggi. Alias Super, Pertamax dsb.

Saya kok kurang sreg dengan pendapat ini. Kalaupun bensin semua diganti ke Pertamax apa jaminan BBM yang dijual tersebut bebas dari urusan oplos mengoplos.

Saya pernah nyaris habis bensin disatu daerah Eretan-Indramayu. Lantaran Cirebon masih beberapa jam lagi maka kendaraan saya isi Pertamax sebab kedai BBM premium sudah menulis PREMIUM HABIS. Ternyata bukan Pertamax atau dulu Premix nyatanya bensin IREX (biar irit dicamput kerosin). Ya sudah ,  Sampai di Cirebon pompa bensin saya ngadat. Sejak itu saya “jinjo” alias miris mendengar kata Pertamax.  Yakin saja Pertamax ini sudah dioplos. Memang betul Ukuran yang dijual memang Pas, tetapi dasarnya otak kriminal – ya dicampur bawur siapa tahu.

OPLOS – emang ada..

Beberapa tahun lalu saya berhandai-handai kepada teman tajir di sebuah kota di luar Jawa. Saat bersalaman – mengucap kata maaf, HPnya berbunyi. Lalu dia bicara bisik-bisik, lalu ada kata OPLOS dan saya pikir itu urusannya. Tetapi begitu saya dengar pertanyaan nadanya seperti besok ada Tsunami Matahari “ada yang lihat nggak?” Maka saya ndak perlu panggil Scherlok Holmes untuk mengatakan bahwa teman saya ini pengoplos BBM.

Kesimpulannya bukan salah bensinnya tetap kelakuan penjual oplosan itu yang luar biasa nakal.

Advertisements