Ketika Raja Memerintahkan Pesakitan Di Penggal Atas Nama Tuhan, Saya merasa tak Bertuhan


Sepotong dialog ketika Robin Hood masih menjadi salah satu punggawa perang Inggris dibawah King Richard yang dijuluki berhati singa.

Dalam suatu adegan permainan dadu sintir, Robin terlibat perkelahian dengan Raksasa yang bernama John. Disini John dapat julukan Little John Lantaran badannya Dinosaurus, Nyalinya naga, sayang perkakas vitalnya tidak proporsional. Dari itulah namanya dikenal orang.

Sedang asik gedebag-gedebuk antara John dan Robin, Raja Inggris lewat dan sempat kena bogem mentah mereka yang berkelahi. Disinilah dialog antara Raja yang mulutnya mengumbar kata “Senang Kepada Prajurit Yang Jujur, Berani dan Naif.”

Lantaran Jujur – sang raja bertanya “Bagaimana Pendapatmu Mengenai Tindak Tanduk Saya pada Perang Crusade?” – Robin menjawab, dikaki saya ada wanita korabn perang Salib. Matanya menatap saya dan tidak nampak ketakutan sama sekali. Saat baginda raja memerintahkan memenggal wanita ini atas nama Tuhan, saya merasa tidak berTuhan.

Beraniny bicara gegabah dengan raja sekalipun mengaku demokrat. Maka hukuman kerangkeng, cambuk, dan dicap besi panas sudah menunggu Robin kelak pakai nama Hood.

Berapa kali anda menonton serial Robin Hood, tetapi sutradara bisa mengarahkan Russel Crowe seperti Robin Hood dari negeri lain. Penyerangan bangsa Perancis sedikit artificial menurutku sebab sudah pakai perahu mirip kapal RollOnRollOff- Ferry penyeberangan Merak – Bakauheni. Lalu pakai digambarkan komandan pertempuran Perancis mabuk laut sebab tiduran terus di kapal saat anak buahnya menyerang. Sebuah aksi militer yang seharusnya tidak bisa disambi tidur. Yang sebetulnya mencuri hati adalah peranan Raja John yang menggantikan kakaknya. Saat negara dilanda perang, dia berkampanye mempersatukan kerajaan Inggris dengan mengumbar janji setinggi langit. Tetapi manakala badai pemberontakan berlalu, mereka dengan mudah melupakan janjinya. Apalagi ia selalu digambarkan pakai mahkota raja yang kebesaran.

Advertisements