I Want My But – This is not my But


Entah apa namanya – tetapi kelihatannya saya berbakat menjadi Mr Sumbangwan. Betapa tidak seorang sahabat kalau bertemu selalu menyeselkan segepok karcis filem XXI.  Lalu adik ipar dibela-belain membelikan saya selembar kartu isi ulang BlitzMegaPlex yang katanya sam[pai 10 layar pertunjukan. Sehingga menggoda saya untuk mencoba bagaimana rasanya menonton pakai kartu gesek. Bahayanya kalau seseorang kerapkali disumbang – maka perbendaharaan katanya cenderung menipis cuma dua yaitu “Kurang Banyak” atau “Tambah Lagi Dong!” – sementara kata memberi-sharing – biasanya perlahan-lahan lenyap.

Kali ini saya sempatkan menikmati Studio BlitzMegaPlex di kawasan Grogol untuk menikmati filem dengan tata suara gemuruh, dan konon saat filem diputar semua signal HP di acak sehingga tidak ada lagi ganguan orang bersms, BB atau malahan berbicara dengan HP saat pertunjukan.

Petugas sangat membantu. Satpam misalnya selain berfungsi mengendalikan lift, dia juga berlaku sebagai Public Relationship, atau tour leader. Kami yang baru pertama kali ke kawasan Podomoro City harus berterimakasih atas informasi yang diberikan. Kami harus melalui lorong-lorong yang gelap dengan dekorasi seakan menyerupai interior pesawat Startrek.

Saat memboking tiket, cukup kartu anggota digesek dan anda bisa memesan tempat duduk yang anda sukai. Maka saya memilih filem animasi Iron Man 2 sekalipun belum pernah membaca komiknya.  Apalagi iklan-iklan trailernya cukup memikat – saat di sebuah gedung yang teramat tinggi, Lakon Pria melompat tanpa helm dan Lakon Wanita (selalu ada chemistry) menungguinya harap-harap cemas.  Nggak tahunya sang pemain ini yang membintangi filem legenda macam Sherlock Holmes.

Sherlok Holmes eh Tony Stark jagoan eksentrik kali ini ditampilkan mirip orang biasa, artinya doyan mabok, gila kerja, kadang melakukan tindakan berbahaya. Hebatnya saat para Robot berperang di darat dan udara, ledakan demi ledakan sampai juga menggetarkan dada seperti ada angin yang menerpa wajah kita. Luar biasa.

Lalu seperti biasa filem Amerika untuk memilih Golongan Hitam yang ditampilkan adalah orang Sovyet bergigi perak yang belakangan digunakan untuk menyobek kabel listrik. Ivan Sovyet disini sangat penyayang binatang Kakatua dan menyebutnya sebagai “my bud”. Bukan “my bird” – burung. Tetapi Ivan Sovyet seperti mewakili cara berfikir saya. Boleh jadi kita salah ucapan, salah spell, bahasa orang lain. Tapi tidak perlu bikin seminar membabat hutan hanya untuk mencetak bahan presentasi, bagaimana berbahasa yang baik.

Tidak perlu koran dan majalah terkenal menyediakan satu halaman membahas soal bahasa. Yang penting bagi Ivan dengan bahasa “kaco” sekalipun ia dengan mudah mengakali sandi komputer sambil menggigiti tusuk gigi ala rumah makan Urang Awak lalu bicara “you(r) software (is) shit”..

Keluar dari BESKOP, HP saya masih belum menampakkan signal, perlahan muncul GPRS dan “kulik-kulik” dari pesan anak saya di utara pulau Sumatra “Pah Aku mau Nonton IM2” – yang segera saya jawab “I Want My But”

Tentu saja dia bingung dan saya biarkan sampai dia selesai menonton disana.

Minggu 9 May 2010

Advertisements