Maaf Saya Sudah Pikir Saya Pikun


Pertama tentunya yang saya tahu adalah Senior saya. Kalau ketemu saya pasti beliau bertanya “anda siapa?” 

Pikun yang kedua adalah menjelang akhir hayatnya, bapak Mertua saya yang semula memperlihatkan daya ingat yang supercemerlang benderang, di rumah sakit, mendadak ia panggil perawat lalu ngacungkan tangan suster saya belum minum susu. Padahal gelas baru saja diletakkan. Ia bukan tipe lelaki gatel kalau lihat perempuan kelimis “blush-ingat keluargaku sendiri“.

Jadi apa yang dilakukan semata serangan pikun mendadaknya.

Lalu ibu mertua yang setelah ditinggal sang suami – menampakkan gejala pelupa, sehingga kami meledeknya – Ibu Nuning van Grogol – sang Pelupa Legendaris dari Gunjang Ganjing – Hare Gene Pajak Nggak Dilibas – Apa kata Dunia…

Pekerjaan saya adalah MudLogger – atau panjangnya Geological Monitoring and Data Acquisition at Rigsite. Makan dicari dari Tender. Soal tender juga lucu menggemaskan – begitu garangnya para client kalau mengakses kami. Mulai matrix training, HSE, Biodata setiap karyawan semua harus TOP MARKOTOP- ironisnya saat tender dibuka, kami selalu dibuai lagu lama The Lowest MUTLAK the Winner.

Sebuah undangan tender yang datang ke mailbox saya, segera saya sebarkan kebagian tender-contrat untuk ditindak lanjuti. Katakanlah hari pembukaan pertama adalah Hari Rabu jam 15:00.

Menjelang – Jamnya, saya sedang duduk di depan komputer, sampai mas Harry masuk. “Jam tiga sore ya ?” Dengan gaya seperti yakin bahwa kapanpun juga ketua PDIP adalah Ibu Megawati..

Gantian saya bengong, seperti bingungnya saya melihat akrobat bapak Surya Paloh yang saya anggap dedengkot, pembina di sebuah partai besar mendadak hengkang.

Ternyata “sak plengan” saya lupa. Lupa tanggalnya apalagi Jamnya.

Tuhan, sekali lagi aku di colok. Betapa dengan sedikit kau tipiskan daya ingat saya. Kerusakan nyaris terjadi. Dulu waktu otak masih sehat untuk mengingat, malas sekali untuk belajar. Sekarang setelah hardisk otak mulai lelet, mengingaty sedikit saja sukar sekali. Ingatan ternyata harta tak ternilai harganya

Thanks mas Harri atas remindernya.
Cilandak 7 April 2010

Advertisements