Isyarat Ghoib


Sekitar dua minggu lalu anak Satrio saya bilang bahwa teman baiknya selalu gelisah lantaran bermimpi buruk. Dalam mimpinya ia seperti dibisiki bahwa ada anggota keluarga yang akan meninggalkannya. Namun siapa yang akan meninggal, dia tidak memberitahu siapapun.

Saya yakinkan bahwa anak ini bukan keluarga dekat tokoh dari Ciganjur yang mendasarkan tindakan berdasarkan mimpi termasuk tatkala menikahkan anaknya. Catatan akan kemampuan seperti ini bertambah panjang.

Di Yogya, seorang keponakan Olivia – saban Magrib tiba selalu nangis minta main sebentar dengan teman-temannya yang berseliweran keluar masuk dinding dibelakang rumah di Tegal Rejo sekitar 100 meter dari bekas rumah Pangeran Diponegoro mencanangkan perang Diponegoro. Mbak-mbak pengasuhnya yang kancilen dikerjain bocah usia TK ini.

Apalagi kalau dia sudah mulai bicara “yang itu nakal suka gangguin aku..” – Tetapi ketika ditanya mengapa Olivia suka mendatangi teman yang melayang di kolam ikan koi,katanya “temenku itu minta didoakan sebelum pergi kami dadah Gitu(k) Lho.” Kata anak yang juga penggemar Melati untuk Marvel.Brrrr.

Karena saya bukan ahli ghoib – kami berbincang ngalor ngidul dengan kemampuan sekenanya mengenai dimensi alam ghoib. Saya katakan kepada Satrio bahwa, mengetahui masa datang bukan untuk mengubahnya melainkan supaya jangan mendadak sekok (shock). Mestinya saya copy paste dari Mama Lauren yang ketik spasi mama.

Cuma kalau sudah berbicara “alus alusan” ibarat platform komputer – kita harus lintas Windows, Mac dan Linux sebab kalau alam gaib dibahas dari satu platform saja sulit menemukan penjelasannya. Bahasa sederhananya – ya OOT- Othak Athik Gathuk alias dilakukan pendekatan agar cucok.

Teman anak saya, saya sebut Tara ini memang memiliki kemampuan mirip indigo. Dia pernah bermain ke rumah mertua saya tempat anakku Satrio dititipkan. Niatnya mau salat dan herannya dia seperti kancilen (geragapan), sebab aneka mahluk aneh keluar masuk dari kamar ini. Dia bukan orang pertama yang mengatakan hal tersebut. Ada beberapa tamu yang mengatakan serupa. Sementara kami sendiri cuwek-cuwek saja.

Saya sudah melupakan pertanyaan anak saya, sampai tadi malam 10/9/2009 anak saya menilpun bahwa ibu Tara wafat akibat “angin duduk”.

Sebagai seorang ibu – tentu tugasnya paling berat dalam bulan puasa. Salah satunya adalah membangunkan anggota keluarga. Saat semua terbangun beliau masuk kamar. Di tunggu sekian lama tidak muncul jua, maka Tara menyusul sang ibu yang ternyata sudah tertidur lama-lama sekali. Dan seperti yang sudah-sudah katanya Bunda ini tidak pernah mengeluh akan sakit Angin Duduk.

Innalilahi Wainalillahi Rojiun.

Advertisements