Nasi Goreng GILA


Seiring dengan lunturnya kharisma nasi Goreng Dani Gondrong yang berlokasi di depan Toko GajahSuro. Tak ayal lagi kami mencari ilmu kudapan tak jauh sekitar 200meter dari warung pertama.

Nama yang tertera adalah Marno – namun kedai Nasi Gorengnya bernama Sari Murni. Juga buka hanya pada malam hari. Lokasinya didepan mesjid Al Muchlisin Grogol yang sekarang sedang ditingkatkan menjadi dua lantai.

Begitu mendapatkan pesanan maka zonder ditulis, segayung air dididihkan diatas penggorengan sebagai cara membersihkan kerak sisa masakan terdahulu. Bunyi dentingan penggorengan diadu dengan Suthil alias sendok goreng – seperti hendak menyelaraskan alam fikiran kita untuk mengirim signal “aku sangat lapar..” Sesaat mendidih air segera ditampung ke ember dan beberapa senduk makan minyak mulai meletup saat air dan minyak bertempur dalam penggorengan yang sama. Lalu provokator semacam garam, bawang, merica, tak ketinggalan caisim msuk sehingga ajang tawuran semakin seru. Uap bawang dan telur goreng hasil pertempuran masuk ke hidung seperti mendekam pada syaraf lapar kita sehingga kadang sering timbul tidak sabar.

Saat keadaan memanas nasi mulai mendinginkan suasana seakan tidak tahu menahu soal tawuran tadi yang penting ia memanfaatkannya sebagai usanya memproklamirkan dirinya menjadi nasi goreng.

Andalannya mereka menghidangkan Nasi Goreng Gila. Konon tidak ada hubungan antara koki dengan penghuni yayasan Herjan Soeharto – yang sering disebut RS Gila Grogol. Hanya saat dituangkan diatas piring melamin tipis, anda akan melihat Bakso, Sosis, Telur Goreng, Acar, Kerupuk berhamburan terhidang sampai tak sadar kita bilang – Gila..

Namun Gilang keponakan saya menambah perbendaharaan mas Marno sang koki dengan Nasi Goreng Bumbu 27 Propinsi. Dengan sandi “27 Propinsi” – si Ndut Gilang sudah akan dipuaskan dahaga nasi goreng apalagi dia seakan tidak puas jika mata sipitnya tidak mengawasi prosesi lahirnya butir nasi putih menjadi kekuningan diserai aroma bawang putih.

Gilang hanya gabres-gabres – menolak kepada masakan berbau tajam seperti Lumpia isi rebung dan Durian.

Saya sendiri memilih Nasi Combo – karena kombinasi setengah bagian nasi dicampur setengah bagian kwetiau, lalu diublek dengan jantung dan hati ayam. Bagi yang tidak biasa, hati sering tergigit sedikit pahit. Namun bagi saya enjoy saja.

Mas Marno semula bekerja bersama adiknya dalam satu shift. Yang kebagian libur, akan pulang kampung dan bertani. Namun saya kok tidak yakin ada orang jaman sekarang bekerja sebulan untuk dihabiskan dua bulan. Akhirnya mereka berdua buka kedai nasi goreng saling berdekatan. Hanya saat ini mas Marno yang katanya menerima isi pulsa HP masih sebagai leading ketimbang sang saudara.

Kalau anda ingin mencoba, setelah memasuki kawasan Grogol, pasar Grogol – tanyakan saja BCA Masjid Grogol, dan Sari Murni manteng didepan pintu masuk masjid Al Muchlisin.

Advertisements