Diselamatkan Air Kemasan


Menjelang pukul 12 siang begitu terang. Perlu kacamata hitam untuk melihat sekitar. Dari Bekasi saya stir menuju Grogol. Untuk mampir ke toko bahan Bangunan Gajahsora yang sebentar lagi akan di bongkar sebab sudah 47tahun menghuni di lahan tidur milik negara. Dan sebagian badan rumah menempati parit besar saluran banjir. Konon lebaran ini pembongkaran dilakukan.

Dari mobil saya menyaut (mengambil) sebotol air kemasan dingin 500ml. Pasti enak sekali, saat mulut terasa pahit, lalu tenggorokan digelontor air kemasan dingin. Glek glek..

Botol kemasan saya taruh diatas kotak kaca display. Saat membuka segel, nurani mengingatkan akan sesuatu berlaku disini. Mengapa air kemasan mendadak menjadi sangat bernilai…;

Bukankah ini Ramadhan, hari yang dinantikan.

O alah kalau saja air kemasan tak diberi segel alias tinggal glek sudah badar puasa pertamaku di tahun 2009.

Lalu ingat masa kecil mandi di Sungai Musi sambil main simbur-simburan air. Ini dilakukan dengan gerakan seperti mendorong sesuatu ke permukaan air sehingga muncrat mengenai lawan bermain. Kalau permainan ini makin intensif tak heran kami bergulat dalam air dan jangan disalahkan kadang ada air yang masuk tenggorokan. Segarnya.

Advertisements