Pagar kapal yang tidak aman


pengaman yang tidak amanRombongan anak-anak yang berenang di pelabuhan sambil berteriak kepada penumpang agar melemparkan uang logam ribuan sudah satu persatu naik ke pelabuhan.

Remaja yang paling akhir malahan melambaikan tangan sambil mengucapkan selamat berpisah dan hati-hati di jalan. Mulutnya penuh dengan uang logam. Saya merasa mual sebab membayangkan menggigit uang logam sekian lama sambil berenang. Bukan perkerjaan gampang.

Lalu dengan enaknya ia berenang sekitar baling-baling kapal ayang berputar. Perlahan kapal mulai beringsut meninggalkan pelabuhan Merak.

Di dek Ferry yang membawa kami menyeberang dari pelabuhan Merak ke Bakauheni, saya sempat berkeliling melihat keadaan kapal. Maklum perjalanan selama dua jam bolehlah dimanfaatkan untuk berkeliling kapal sambil mencari barangkali ada teman lama atau mendapatkan teman mengobrol sepanjang perjalanan.

Pertama tentunya cari tahu dimana pelampung, sekoci dan alat lain seandainya sesuatu tak diinginkan terjadi.

Lalu melihat pagar pengaman kapal yang hanya berupa balutan tali kapal yang disampirkan secara sembrono, apakah cara ini aman? mengingat musim liburan banyak anak-anak menjadi penumpang kapal berlarian kesana kemari.

Tujuannya sih praktis, begitu ferry merapat, pagar besi tinggal di lipat, tali dimanfaatkan sebagai penambat kapal. Praktis sekalipun mengundang resiko.

Lalu apakah akan menunggu pintu ini memakan korban baru dipikirkan pagar pengaman yang patut.

Advertisements