Harap bayar dengan uang pas


Sekali waktu saya naik Taxi dari Surabaya. Memasuki ruas tol Surabaya, pak supir sibuk meminta saya memberikan uang pas. “sering diomeli petugas loket tol kalau uangnya besar.” – Di loket memang ada tertulis “Bayar dengan uang Pas.” Maksudnya tanpa uang kembalian. Memang dalam beberapa hal praktis sebab transaksi berjalan cepat.

Tidak di Surabaya tidak di Jakarta pengelola tol kita memang demen betul memasang pelang macam ini. Sekarang tambahannya uang 1000 rupiah pecahan kertas “habis”.

Jutaan rupiah mengalir di gerbang tol sementara sarana tol masih belum memadai seperti lubang, aspal mengelupas, penerangan jalan sering tidak ada belum lagi  jalan tol tetap rawan macet. Entoh pengelolapun masih ogah-ogahan menyediakan uang kembalian.

Belum lagi petugas loket melayani pembeli sambil kenceng mengobrol dengan teman disebelahnya. Atau petugas tol yang kadang mengejek kendaraan yang lupa ambil kembalian, atau parahnya lupa bayar tol.

Di ruas tol Karawaci (dulu) petugas malahan memberikan kepada saya uang 20 ribuan yang ternyata palsu. Eh saat akan dibayarkan di pintu tol Kebun Jeruk, ditolak petugas. Masih untung saya tidak didakwa mengedarkan selembar uang 20 ribu palsu dan lecek.

Sekarang masih mendingan, sudah mulai dikenalkan sistem E-Toll walaupun belum semua ruas jalan dapat melayaninya.

Advertisements