Datang Tampak Tertawa Pulang Tampak Airmata


Hiasan di Klinik dokter
Hiasan di Klinik dokter

Dokter umum ini, sebut saja Hardi terbilang populer di kampung saya.

Pasiennya berjibun sehingga ia kewalahan melayaninya. Lalu ia mencari tenaga medis lain agar bebannya tidak terlalu berat.

Sayang, giliran dokter Hardi istirahat, maka klinik yang terletak di jalan Nurdin ini juga sepi. Mau tidak mau dia harus ambil sampurnya.

Saya pernah disuntik olehnya. Lebih banyak ketakutan saya melihat jarum daripada sakit disuntik itu sendiri. Ia memang pandai “ngejus” pasien sampai tidak terasa jarum sudah masuk nadi.

Klinik Mitra Husada yang selalu dipenuhi pasien
Klinik Mitra Husada yang selalu dipenuhi pasien

Kelebihan lain, ia pandai memikat anak-anak. Kliniknya dihiasi gambar-gambar kesukaan anak-anak.

Bahkan meja prakteknya penuh dengan merchandise seperti boneka Ninja Thurtle, Golden Boy dan tokoh kartun lainnya. Adalah pemandangan lumrah ketika nama pasien dipanggil, para anak-anak berebut masuk ke kamar praktek dokter. Rupanya mereka berebut masuk kamar terlebih dahulu agar bisa lebih lama bermain dengan boneka.

Gara-gara boneka lucunya ini, seringkali anak-anak yang masuk keruang praktek dengan gembira, pulangnya bisa menangis gegaokan. Beberapa anak memiliki instink bahwa apa yang dilihat di sana boleh begitu snya untuk  di bawa pulang.

Banyak anak-anak justru menangis saat keluar praktek saya…,” kata dokter yang selalu tersenyum menghadapi pasiennya ini.  Gara-gara senyumnya saya rela mengemudi puluhan kilometer hanya untuk menemuinya. Kalaupun yang jadi masalah, tidak tersedianya ruang parkir di klinik yang sekaligus menyediakan obat racikan.

Lalu ingat kerabat saya, suami istri dokter pandai tetapi kenapa jalan hidupnya berbeda.

Advertisements