Kecewa dengan Durian AAA dan D-24


Seperti yang dijanjikan Lia putri saya agar bapaknya terbujuk menemaninya weekend di Singapore, maka begitu jleg kaki kami melangkah di Singapore, bergegas ia ke mall GIANT, dan membeli lima kotak Durian. Paling tidak ia mengeluarkan 75dollar untuk kesemuanya itu.i.,

Maafkan saya menjadi kakek penggerutu. Lantaran begitu “high expectancy” saya dengan durian kelas AAA dan D-24 yang diimpor dari Malaysia ke Singapore, maka betapa berahinya saya melihat ada duriannya manis, bijinya peyot keriput, dagingnya tebal. Mau apa lagi.

Tetapi ini bulan Mei 2009, saat hujan masih membasahi bumi. Biasanya buah durian tumbuh dalam suasana ini berkurang keampuhannya. Kalau anda tidak terlalu memanjakan lidah sih tak jadi mengapa. Duriannya kuning dan tetap lezat kok.

Durian ini sebetulnya seperti rasa kecewa sekaligus kebangsaan. Saudara kita dari Malaysia, tanpa banyak cingcong, dengan ide sederhana, membudidayakan durian, mampu menembus pasaran internasional. Begitu derasnya aliran durian menggelundung ke Singapore, tanpa isue pengawet, isue busuk. Semua seperti sudah menjadi produksi sebuah pabrik. Ada kualitas, maka ada harga yang harus dibayar.

Advertisements