Ban Leong Seafood


Boss, Pelayan, Juru Masak, duduk sama-sama, makan bersama-sama dengan pelanggan
Boss, Pelayan, Juru Masak, duduk sama-sama, makan bersama-sama dengan pelanggan

Hari menunjukkan sekitar jam 10 malam waktu jalan Casuarina 122 ketika kami memasuki restoran khusus seafood ini. Langsung disambut oleh pelayan berkaos merah. Pelayanan cepat. Saya memilih baby squid, nasi goreng dan “ayam goreng” dengan minuman es lemon.

Tidak berapa menit minuman terhidang, yang segera saya habiskan sampai-sampai es batunya saya mamah, sangking panasnya udara. Ajaib, di restoran ini sekalipun non AC kita tidak merasakan kegerahan tersebut. Rupanya mereka menata kipas angin logam dengan baik sehingga udara panas bisa diusir keluar.

Begitu makanan terhidang, tidak berapa lamapun, para karyawan” tatrap” – susun meja dan makanan, lalu bersama bossnya mereka makan bersama. Sebuah tradisi yang dipegang teguh oleh Ban Leong sejak ia masih berjualan kepiting goreng (konon diimpor dari Republik Bahasa), sampai ia menjadi terkenal.

Masakannya sesuai dengan lidah saya. Tak heran beberapa artikel majalah dan internet sering memuat restoran tersebut. Bahkan jalan Casuarina di Old Upper Thompson, Sembawang ini menjadi terkenal gara-gara Ban Leong. Di ujung lain saya melihat sekelompok keluarga makan bersama anjing Portugis Air  yang duduk manis-manis dan hanya makan dari tangan sang pemilik. Mungkin di negeri kita akan menjadi hambatan bagi yang tidak menyukai hewan berkaki empat ini.

Tidak ada kegiatan cuci piring, sendok, gelas seperti umumnya restoran lain. Sebuah truk terbuka, siap menampung piring kotor untuk dibersihkan ketempat lain. Bisa dibayangkan berapa banyak inventaris “cockery” yang harus disediakan oleh babah Ban Leong. Entoh restoran sohor ini masih dinilai “C” oleh pemerintah Singapore. Mungkin itulah target utama Banleong, meraih nilai A.

Advertisements