Nasi Goreng dan Mie Nyemek Bumen Jaya


Ini bukan salah tulis “gongseng”, tetapi warung yang terletak 300 meter timur jalan tol Grogol Semanggi, di jalan Pejompongan Raya no. 8, depan gedung pertemuan BDNI ini memang menyediakan nasi goreng tanpa minyak. Tepatnya nasi gongseng atau shangrai. Begitu bokong menyentuh bangku, pelayan dengan sebatnya sudah menyodorkan sepiring tahu Sumedang, mungkin dia mahfum pesanannya membutuhkan waktu agak lama jadi untuk mengalihkan perhatian calon pembeli lebih baik mulutnya diganjal dengan tahu Sumedang. Kalau Tahu sedang sepi, sepuluh bungkus otak-otak akan menemani anda.

Yang menarik, warung ini menggunakan logo “BJ” kependekan dari Bumen Jaya, yang kalau sepintas persis simbul kontraktor service yang bergerak di bidang Perminyakan yaitu Oil Well Cementing dan Oil Well Testing. Cara masaknya masih menggunakan bara api dari sebuah anglo. Seorang juru masak dibantu seorang asisten khusus kipas-kipas dan kadang kupas-kupas (bawang) nampak sibuk melayani pembeli. Semua pelayan lelaki kecuali bagian kasir. Mungkin kalau urusan duit, kaum hawa lebih serat-sebret ya. Rupanya sang pendiri bapak Anwar Sanusi yang memang wong Kebumen, memulai “debuut” nasi goreng BBA (Bahan Bakar Arang) ini di kawasan Pejompongan pada 1964. Setelah beliau meninggal dunia, maka warisannya berkembang sampai tercatat memiliki beberapa cabang.

Sudah pasti cara masak ini memerlukan waktu cukup lama. Akibat membludaknya pengunjung yang mengisi 11 meja @8 orang, maka nasi gongseng biasanya diublak sekaligus kecuali telur ceplok gorengnya yang dimasak terpisah dari dapur lain. Maklum telur di gongseng bakalan lengket ket di wajan. Anda bisa memesan nasi gongseng dengan kepala, sayap (swiewie), dan brutu. Atau bakmi ayam dengan kombinasi daging yang berbeda. Hanya yang saya titeni (perhatikan), begitu molak-molaknya api dalam penggorengan – mendadak sontak mak nyezz dingin di piring. Apa lantaran tebaran emping dan suwiran ayam kampung penyebabnya.

Kembali ke sugesti makan. Selain nasi goreng diresto ini ada bakmi godog ala Bumen. Sate Kambing, Tongseng, Gule dan Jus Buah. Daftar menu yang membingungkan adalah tersedianya voucher isi ulang yaitu Simpati, Mentari, IM-3 dan Pro-Exel. Oh ternyata sambil mengisi perut, sang handphone bisa disugesti isi ulang. Sebuah sugesti re-inventing yang boleh diacungi jempol.

mimbarsaputro.wordpress.com
Grogol 7 Juli 2002

Advertisements