Ulang Tahun dan Gigi Oglek


Bersikap seperti Bibi Teliti dalam komik anak-anak, maka setiap ulangtahun diam-diam gigi juga mencuri perhatian. Gigi geraham atas misalnya. Semula mereka merapatkan diri seperti partai politik papan bawah mencari dukungan koalisi agar bisa menjadi pihak atas angin. Mendadak mereka mulai pecah kongsi, ditandai dengan sisa makanan suka sekali bersembunyi disana. Mungkin beginilah ujud nyata politik pembusukan. Dari luar keliahatan akrab -sohib-gandeng renteng-renteng, di dalam saling beradu.

Hatta… saat mengantar pasangan hidup melakukan pemeriksaan ala pap smear di sebuah rumah sakit besar di bilangan Jakarta Barat, mata saya terpaku pada pengumuman bahwa rumah sakit ini juga melayani  gigi.

Mengapa tidak dicoba, entoh gigi saya tidak berlubang (maunya) dan selama ini hanya penyebab slilit.Saya tanya kebagian penerangan mereka mengatakan bahwa ada dua dokter siaga secara bergantian. Apalagi soal gigi, perusahaan memberikan asuransi cukup bagus.

Jam menunjukkan angka mirip iklan kartu tilpun yang bikin orang bodoh. Jam makan, sekalian jam pergantian dokter gigi.

Setelah mendaftar sayapun duduk manis-manis tetapi tanpa tangan bersidekap diatas meja. Di luar sana, motor peserta kampanye -raun-raun dengan bendera merah- ini adalah hari kampanye pemilu Caleg2009 terakhir.

Dari kejauhan datang seorang perempuan berpakaian putih-putih mirip dokter gigi. Rambutnya dipotong pendek dan gerakannya lincah.

Dengan ramah ia menegur kami. Ternyata ia adalah dokter yang mengisi poli dari jam dua belas siang.

Saya langsung digarap, gigi yang renggang ditambal, bahkan karang gigi dibersihkan. Sebentar pekerjaan sudah beres. Gigi kembali putih. Biasanya untuk menambal gigi saya ditambal sementara selama seminggu baru kembali lagi. Tetapi bang Tolang didepan rumah yang seharian menjadi tukang tambal ban, bisa kalah cepat kerjanya dengan dokter tambal gigi. Sementara campuran anatara bau gigi busuk dan sangit tulang bergesekan dengan mata bor, sang juru rawat berkali-kali memberikan peringatan, “dok sebelah sini belum bersih, dok sebelah sana juga masih ada karangnya..

Bhkan saat saya mengambil dan mengisi data didepan hidung sang tata usaha dimaki-maki karena lupa mematikan kompresor.

Namun sesampainya  dirumah (bukan dilaut )  ada masalah dengan gigi yang sekarang rasanya nyilu ngilu kalau tergigit nasi sekalipun. Mendekati seminggu rasa ngilu sudah diikuti gusi bengkak dan berdarah. Ponstan terpaksa ditelan sekalipun tidak terlalu efek. Rasanya kalau dekat saya mau mau berkumur air Ponari.

Kali ini saya tidak mau cari penyakit dan pindah ke poli lainnya. Oleh dokter wanita langganan saya maka gigi saya diperiksa ulang. Ia menemukan sisa makanan masuk kedalam gigi sehingga mendesak gusi dan peradangan. Bahkan istri saya ikut meringis tatkala diminta menyaksikan bagaimana saya seperti kera yang menyimpan makanan dipipi.

Terpaksa tambal gigi rumah sakit pertama dibongkar ulang dijadikan tambal sulam. Sementara menunggu perkembangan gigi saya dikembalikan ke keadaan semula tanpa tambalan. Agar makanan tidak terselip maka jarak antara gigi dibuat jarang (dibor) sehingga makanan bisa lolos diantara sela gigi.

Dengan sendirinya saya mengucapkan dadah kepada poli gigi di rumah sakit beranak. Dan kembali ke dokter langganan semula. Lucunya sekarang sakit gigi saya hilang. Gara-gara iseng pingin sempurna malahan dua kali berkunjung ke dokter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s