Kopassus dan Sarung


Umumnya para santri sering disebut kaum sarungan lantaran kebiasaan mengenakan baju koko dan bersarung serta berpeci(s). Namun ada kelompok penyandang sarung, terutama malam hari yaitu pasukan Kopassus.

Ketika musim operasi militer di Aceh, pemerintah menggelar operasi yang berkode berkode Rajawali. Pasukannya terutama dari pasukan khusus (kopassus). Mereka memiliki kebiasaan yang khas yakni membawa sarung doble.

Maksudnya, dua sarung disambung menjadi satu sehingga saat dipakai tidur malam bisa melindungi dari ujung kaki sampai ujung kepala dari serangan Operasi Nyamuk-nyamuk nakal yang ingin menghisap darah segar kualitas Ibukota.

Seorang pemimpin pesantren, sebut saja pak Habib sekali waktu bertandang ke lokasi seorang pimpinan LSM yang kondang kiprahnya kalau ada pelanggaran HAM, atau bencana alam. Tetapi urusan Situ Gintung sudah mulai “pura-pura dilupakan orang” operasi militer di Aceh sudah pada titik nadir – lantas mengapa pak Habib minta sarung bekas (lho) sebanyak-banyaknya? – dan kalau perlu yang bekas pula.

Rupanya pak Habib siap-siap untuk menyarungi pada caleg stress yang biasanya punya kebiasaan pakai CD Hing saat kumatnya datang akibat tidak sanggup menahan stress kalah dalam pemilu. Dan daripada menggangu masyarakat, mereka enaknya dikerudungi sarung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s