Colok


Didepan petugas imigrasi berbaju biru benhur, lengan pendek, dengan tanpa pangkat di pundak mirip sebuah papan catur saya serahkan kartu isian imigrasi. Pertanyaan dijawab dengan Yes atau No dengan petunjuk memberikan tanda pada jawaban yang dianggap betul. Umumnya jawaban betul saya tandai dengan simbol mirip “V” di centang, jawa – atau di conteng (indonesia, dulu) dan versi 2008-2009 adalah di contreng.  Lantaran terbiasa di tanah air ada semacam konvensi bahwa tanda contreng “V” artinya Ya atau Yes, seperti yang bu guru wariskan kalau memberi nilai ujian pada jawaban yang benar.

Celakanya di Australia tanda “yes” justru diwakili simbul “X” – yang di negeri kita artinya tidak. Tak heran petugas berkali-kali menatap wajah saya dan bertanya “do you read all these?” atau “do you understand what you are doing.”

Perlu waktu cukup lama saya menyadari lain belalang lain padang.

Dan pemilu 2009, kembali lembaran Kamus Bahasa diisi kata ajaib yaitu contreng alias memberi tanda pada caleg yang dipilihnya.

Hanya bagi pok Ana warga Bekasi. “Siapapun yang kasih sembako atawa duit, terima saja(h), ka(pan) dia tidak tahu kita colok apa.” – Bagi orang sederhana ini pemilu atau pemilihan apa saja berarti harus “colok” tanda gambar, bukan dengan contreng moreng yang dialih bahasakan malahan di coret moret.

Bahkan ketika dibisiki oleh seorang “kampanyewati” agar memilih salah satu Caleg, enteng saja dia menjawab “saya mah kagak tau nomormaklum kagak makan sekolah” – Bagaimana dengan wajah? diapun menjawab “bingung semua pakai peci jadi mirip..

Pok Ana bakalan lebih bingung lagi sebab mau “colok” tidak disediakan paku. Mau “contreng” – dia masih satu dari sekian persen warga yang “buta huruf” sehingga memegang ballpoint atau pensil, merupakan tekanan psikologis baginya. Atau ballpoint malahan dianggap pengganti paku untuk mencolok.

Mari kita berangkat ramai-ramai mencoblos atau mencroblos (r) dengan mencontreng atau menconteng. Teman saya malahan rasan-rasan – mungkin pemilu kedepan caranya adalah “lingkari gambar yang anda anggap betul…

Perasaan ada yang aneh ya bahasa kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s