Maaf Mas ALAP-ALAP kopi manismu saya minum


Dua gembok mengakibatkan bibik malas menguncinya. Dia pikir cukup dikait dengan gembok yang dalam keadaan terbuka, habis perkara. Akibatnya pencuri dengan mudah masuk rumah.
Dua gembok mengakibatkan bibik malas menguncinya. Dia pikir cukup dikait dengan gembok yang dalam keadaan terbuka, habis perkara. Akibatnya pencuri dengan mudah masuk rumah.

Padahal berulangkali SOP alias standar Operasi kepada para Bala rumah RawaBogo di jalan Pendidikan dengan nomor rumah menduplikasi mirip nomor usaha Bakpya Yogya JatiMekar – sudah jelas. Kami akan memaklumatkan kesegala halayak rumah bahwa tidak akan pernah ada pihak lain yang akan mengecek sertifikasi tabung gas, menagih kartu kredit – karena alamat rumah kami masih di Grogol, memutus listrik, memutus tilpun atau service TV, AC kecuali diberi “pre-alert” sebelumnya. Sebagai  contoh, kebetulan saya ada di rumah ketika ada tiga petugas “Perusahaan Listrik Negara” lengkap dengan tanda pengenal, membawa writing board, berusaha masuk memeriksa listrik kami.  Setelah selesai, dengan pengawasan ketat kami sekeluarga gantian saya tanya, apa buktinya kalau saya sudah diperiksa. Di membual bahwa sekarang alat PLN cukup dilihat, lalu pakai alat tertentu (dia tidak tunjukkan), data saya sudah terkirim di server PLN. Saya tidak perlu mengomentari soal kehebatan teknologi informasi PLN – anda sudah tahu sendirilah.

Singkatnya tanpa ijin kami – tidak ada seorangpun boleh masuk rumah. Peraturan lainnya pintu pagar harus selalu terkunci. Apalagi di rumah seringkali hanya bibi seorang yang mencuci dan memasak untuk kami.

Sejalan dengan kalender berganti dua kali, SOP ini mulai jarang di bezoek.

Pintu besi depan ditawar aturan mainnya dengan sekedar dicantheli gembok menganga – supaya tidak ribet buka tutup, kata salah satu penghuni rumah, sebut saja bibik pekerja kami. Malahan serenceng anak kunci kamar lainnya dibiarkan menggantung bebas sambil bergesekan satu sama lain menimbulkan irama indah “cring..cring” – sekalipun ditelinga saya kebalikannya.

Selama ini memang “kebetulan” “selamet sego liwet”  alias tidak pernah ada kejadian tak diinginkan yang berlaku. Beberapa kali saya memanggil petugas Speedy karena memang layanan satu ini kadang ngadat. Petugas menaruh motor di luar, pagar terbuka. Mendadak sudah ada tiga orang datang, mengaku dari PLN dengan tuduhan saya mencuri listrik(lagi).

Padahal yang terang-terangan pakai PLN tanpa meteran (curi) malahan tidak ditengok. Mereka memang masuk rumah, namun petugas Telkom (beneran) yang dua orang ada disitu dan melihat foto saya “mirip angkatan” – tak satupun barang dijarah. Tapi bukan tidak mungkin suatu ketika “anasir asing” masuk dan mengeduk informasi bahwa saya bukan dari angkatan. Data kartu kredit dan ATM anda saja bisa dijual belikan kepada para peminat.

dibalik_ruang_kerja
Kalau sudah lolos pagar, biasanya mereka sudah sampai didepan pintu ini.

Ceritanya hari Sabtu atau minggu kalau tidak keluar rumah ketika saya memperberat penderitaan „carpal tunnel” dengan mengetik terus-terusan diatas laptop mengisi blog saya. Mendadak „mak jegagik” oknum mengaku tukang susu, tukang majalah, tukang alat safety kompor, kasur ex impor sisa toko, dan sumbangan-sumbangan lainnya sudah muncul didepan pintu.

Akhirnya saya mulai berkata keras kepada si bibik, yang selalu saja alasannya „lha wong orang cari makan dengan menawarkan kasur, kursi ..” – Mungkin kalau bisa saya baca isi kepalanya dia akan bilang, „jangan suudzon..dosak (k) tau(k).” – sebab biasanya kalau ada ceramah agama diluar skenario saya akan ketus menjawab: „lakukan semua ceramahmu itu tapi dirumahmu…

Saya tahu bibik kurang sejalan dengan pikiran saya buktinya selalu saja ada orang berhasil muncul didepan pintu kamar.

Sebuah riset mengatakan dari kejadian „nyaris celaka” sebanyak 600 kali, maka akan terjadi kecelakaan fatal satu kali.

Sampai satu jumat siang, saya ditilpun bibik – „bapak mau ukur-ukur rumah kok saya tidak diberi tahu. Ini ada tiga orang datang disuruh mengukur kamar bapak.” Ini biasanya modus operandi bibik kalau merasa bersalah, dia akan „nembak” duluan.

„Jreeeenggg..” – saya sudah mengendus sesuatu amis bakalan terjadi.
Sebuah laptop rumah, biasanya saya colokkan dengan tilpun, dan diletakkan di ruang tamu karena terhubung dengan internetannya mas SUPIDY. Aturan baku, laptop selalu di kunci dengan kabel. Di kantorpun kebiasan ini saya pakai tetapi selalu mengundang cemooh. Tetap bisa dicuri tetapi tidak dengan cara teramat mudah.

Tadi malam (kamis malam) kok ndilalah instink saya menyuruh agar laptop saya pindahkan ke kamar, dan kunci kabel tidak saya sertakan. Entoh laptop dipasang didalam kamar. Selain dengan mas Supidy,  Saya berinternet dengan menggunakan layanan jasa penyebab orang jadi bego alias „cantik-cantik” namun bahasa Inggris dan Bahasa Indonesianya buruk nian, lantaran beli obralan „ALL ITEMS” Sejak kapan kata ALL adalah bahasa Indonesia untuk semua dan ITEM adalah pengganti Hitam.

Pencuri yang ternyata tiga orang, berbaik hati melepas usb MODEM3G, mencopot Laptop Charger, menata ThumbDrive (flash disk), dan hanya mengambil Laptop tanpa tasnya disentuh.

Padahal tanpa kabel charger, laptop usang tersebut niscaya tidak bisa dipakai, baterei sudah menunggu waktu yang baik untuk di-kremasi. Hurup dalam papan ketik sudah sebagian besar hilang sehingga mengetik hanya berdasarkan instink dan kebiasaan. Hardisk volumenya hanya 20GB dan sistem komputer hanya menunjang paling pol Window 98.

Contoh klasikal ketika diinterogasi bibik berkilah „saya seperti kesirep, habis katanya suruhan pak Mimbar…” – sementara aji-aji sirep saya dengan mengatakan berulang-ulang (sampai malu) dan meniran (kapalan) bibir ini – jangan memasukkan orang tanpa sepengetahuan kami, sudah luntur dengan alasan „pagar terbuka, lupa kunci, mereka tahu-tahu masuk..” – mungkin dalam hati menambahkan “musibah mana bisa diduga..

Sihir saya mengatakan kepada bibik bahwa orang jahil sekarang bukan kumisnya baplang, jenggotnya lebat, kaosnya strip hitam putih, kumis melintang, tangan pakai gelang akar bahar besar, sambil membawa gada berduri lalu ketawa terbahak-bahak sambil bilang „saya jahat, saya pencuri, saya akan menipu sampeyan..” – hua hahaha. Mereka biasanya berpenampilan klimis, sopan dan dua menit kita berbicara dengannya pasti akan tertarik.

Kami berani menepis bahwa bibik ada kerja sama. Itu sama sekali tidak terlintas sebab ia sudah bekerja selama dua tahun dan kami amat percaya kepadanya. Apalagi rumah kontrakannya berjarak dua lompatan (raksasa). Terimakasih laptop kuno kami ada yang mau “ngopeninya” – hanya kalau kebetulan mas maling membaca artikel ini, tolong charger yang ketinggalan di rumah dibawa sekalian. Apalagi colokan ala Singapore sudah saya tambahkan adaptor untuk colokan listrik Indonesia.

Lalu seperti biasa setelah semua opyak (kelabakan) ada tetangga berdatangan.

Salah satunya mengatakan dia pulang dari Jumatan dari mesjid di kampung kami yang selalu berkutbah hanya berupa doa tanpa “pidato” sehingga hanya membutuhkan waktu kurang dari 30menit selesai.

Ia melihat seorang pemuda gondrong tinggi dan guantheng bermotor lalu masuk dan membuka pagar yang tidak terkunci, cuma di canthel gembok. Tidak lama seorang masuk, diikuti yang lainnya.

Oh ya mas Alap-alap yang mulia maaf karena kalian bertiga tidak sempat meminum kopi yang anda minta kepada bibik. Terpaksa daripada mubadzir, kopi yang anda tinggalkan saya minum 3gelas – terlalu manis bibik membuatnya. Sekarang saya terpaksa cari sebutir Mylanta. Sejak dari kantor saya minum kopi melulu.

Advertisements

2 thoughts on “Maaf Mas ALAP-ALAP kopi manismu saya minum

  1. Waktu kecil dulu, saya sering ngaji d langgar sebelah rumah.. kata ustad klo barang km ilang tanpa sebab alias d maling in orang.. jangan susah, tapi bersukurlah.. bilang alhamdulillah, gitu, karena sejatinya kita telah membersihkan sebagian dari milik kita yang lain dengan barang yang raib tadi. Entah, bisa ngomong aja sayah.. klo bener2 kejadian aja baru dah me nyesele..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s