Gara gara Vacuum Cleaner


Pengeras suara Bandara Sepinggan mulai memperdengarkan suara yang saya tunggu. Para Penumpang Pesawat Garuda tujuan Jakarta, harap masuk ke pintu A3. Kebetulan saya ada di kawasan tersebut maka SONDE buang waktu segera antri menunggu pintu dibuka. Karena tepatnya penerbangan BETA SONDE pikir mo kirim SMS kepada sang penjemput. Lalu HP saya posikan OFF. Apalagi pihak dispatcher cukup tegas menegur penumpang yang masih ber HP, membawa botol minuman dan yang terakhir namun terbanyak adalah “menyerobot antrean.”

Melihat bentuk kepala, volume suara, tegas bertindak dan kekar tubuhnya saya ingat memoir seorang Jendral kita yang “pura-pura” menjadi penjual karcis, dispatcher pesawat, namun sebetulnya berperan sebagai Intelijen. Apakah bapak didepan saya ini juga seorang intel?

Lho kok lima, sepuluh menit kami berdiri belum ada tanda diperkenankan masuk. Ada sih tanda-tanda “semu” ketika petugas dengan handytalki pura-pura membuka pintu, tetap kenyataannya cuma seperti meyakinkan apakah pintu bukan terbuat dari lemper.

Ini sama keceliknya dengan saat antrian ATM begitu panjang sampai diluar tanpa AC, lalu sahabat yang didalam bilik mendadak balik kanan menghadap kita sambil memasukkan uang atau stroke kedalam dompet. Biasanya ini ciri ganpang seseorang menyelesaikan hajat di ATM.

Pas kita siap-siap menggantikan posisinya, dia berbalik kanan lagi menghadap sang ATM yang perkasa. Whoaa..keceliknya itu lho.

Tunggu lima menit lagi, cleaning service sedang membersihkan lantai…” – demikian suara di ujung HT

Tetapi lima menit berlalu belum ada tanda-tanda janitor turun dari pesawat, kembali HT menyalak.

Vacuum cuma ada satu nih jadi lama….” – kata HT (mungkin) dari dalam pesawat.

Whoaa, kita bicara pesawat Airbus Series 330-300 dengan kemampuan angkut 300 penumpang lebih, dilayani 12 awak pesawat, dua pilot, sekarang hanya mengandalkan sebuah vacuum cleaner. “Seharusnya empat vacuum” – kata sebuah suara berbisik disamping saya. Entahlah – namun sebuah Vacuum jelas kesalahan besar.

Lalu terbayang bagaimana petugas janitor dalam pesawat serabutan menyapu lantai mirip filem Donald Duck kebingungan mencari tunangannya Desi yang hilang amblas dimana,  dengan rpm dipercepat.

Coba bandingkan kesigapan para vacuumwan dan wacuumwati di negara lain yang begitu pesawat mendarat mereka sudah saling serundul saling serobot macam rebutan angpao, di gang-gang belalai gajah untuk membersihkan pesawat.

Akhirnya memang pesawat terlambat keberangkatannya.

Dan sang Jendral Pemberangkat Pesawat sudah tidak gagah lagi suaranya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s