Tikus Hitam Nyaris Jadi Kambing Hitam


Saya pikir gudang di rumah kemasukan tikus yang beranak pinak dan mengamuk sebab di lantai sudah berserakan serpihan bekas kantong plastik mirip dikrikiti (digigit) oleh gigi tikus yang terkenal tajam.

Potongan plastik tadi manakala disentuh langsung hancur kertas skrip anak sekolah yang terbakar tidak sempurna.

Penyisiran pertama yang dilakukan adalah mencari tikus. Selama ini rumah kami boleh berbangga dengan diri sendiri dengan jumlah minim atau hampir tiada tikus dan kurang dari lima ekor kecoa yang biasanya langsung kami buru begitu mereka sudah menampakkan gejala ekskalasi (peningkatan jumlah).

Pertama adalah dengan menyingkirkan sampah sejauh-jauhnya.Sebuah usaha yang termasuk membandel lantaran biasanya bibi sudah terbiasa menyumpelkan plastik, kertas koran dimana ada ruang kosong. Belum lagi makanan yang tersisa “lupa” kami berikan instruksi untuk dibawa bibi pulang ke rumahnya. Kami hanya memiliki satu asisten yang hanya datang mencuci, setrika, kadang masak dan pulang hari itu juga.

Sementara diatas loteng barikade terhadap tikus kami lakukan dengan memasang racun tikus nampaknya mengandung entah fosfor entah fosfat sehingganya kata sang penjual mampu membutakan tikus yang makan umpan bercampur racun.

Tikus yang malang biasanya separuh buta lalu mati di pekarangan rumah yang dianggap mempunyai cahaya terang sehingga kita mudah memunguti jasad mereka. Tidak selalu seperti yang kami harapkan sebab pernah juga sedang tiduran dijatuhi beberapa belatung bau pesing.

Kami pikir adegan film horor “Belatung Beranak” – tahu-tahunya ada tikus kaku terbujur di loteng.

Sepertinya penyisiran bak memasuki kawasan misteri Masalembo. Tak diketemukan jejak tikus. Juga tidak tercium atau nampak jejak bau, kotoran padat maupun cair.

Saat kebingungan, bibi datang. Lalu dia enteng berkata bahwa beberapa plastik bekas yang ia tumpuk di lemari – tau-tau sudah hancur. Alias tidak seulet plastik generasi pendahulunya.

Nampaknya biodegradable plastik sudah mulai dipakai oleh sementara toko kita.

Oh tikus hitam kalian nyaris menjadi ujud Kambing Hitam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s