Merokok di usia muda


Sebuah pojok publik di mal Tamani tempat anak-anak merokok
Sebuah pojok publik di mal Tamani tempat anak-anak merokok

Pemandangan pada sebuah pojok mal Tamani. Sekelompok anak-anak mungkin masih duduk di bangku SLTP bersenda gurau dengan teman-temannya melihat “cewek-cewek” cantik yang berlalu. Hormon usia segitu memang sedang hangat-hangatnya mengalir.

Tapi saya sedih ketika hampir separuh dari mereka menyelipkan rokok kretek di bibir. Di tempat umum, dengan puntung dan asbak adalah lantai bertegel mengkilap yang disapu oleh petugas janitor setiap saat.

Sepertinya hilang ada perasaan iba atau ikut  meringankan beban ibu tukang sapu, sebab begitu lantai disapu dan sampah diambil, secepat itu pula jari-jari mereka menjentikkan abu rokok, dan sesekali puntungnya dicecek di lantai.

Lalu saya ingat Mimbar sewaktu kecil, coba-coba merokok supaya bisa diterima di pergaulan. Lalu mencandu dan ketika akan berhenti, harus dengan kemauan keras.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s