Gue Sumpahin Eluh.


kalau-sudah-begini-mau-bilang-apa
Hasil akhir setelah mengebut di jalan tol adalah srempetan.

Kira-kira demikian umpatan kita manakala sedang  laansam (berkendaraan dengan kecepatan lambat) mengendarai di jalan tol pada hari minggu sehingga kondang dengan istilah “Sunday Driving” – mendadak dari jalur lambat sebuah kendaraan Levina menyerobot dari rusuk kanan anda dengan suara mengaum karena knalpot di buka besar-besar.

Belum selesai kaget, dari rusuk kiri sebuah sedan warna “telor asin ” memepet anda dengan kecepatan seharusnya di aplikasikan di lapangan Sentul.Tanda lalu lintas bahwa kecepatan maksimum 80km per jam seperti tampak pada gambar seperti dianggap sepi.

Sebentar saja, pengendara lain memperlambat kendaraannya sementara kedua pembalap liar di jalan tol seperti bersemangat memamerkan kemampuan mengendarai ugal-ugalan dan harta orang tuanya. Yang kasihan anggota keluarga saya nyeletuk “kemana sih polisi, harusnya pengebut yang membahayakan nyawa orang lain ditangkap.” – Lagi-lagi polisi disalahkan.

habis-kebutan-orang-tua-dilaporinEntah kenapa, doa-doa “jahat” kali ini dikabulkan. Tidak berapa lama, didepan kami jalanan macet, sebuah kendaraan derek langung mendekati TKP. Jalan tol yang semula  mulus seperti ketiak Wulan Jameela mendadak seperti dicoret lengkung lurus pakai spidol raksasa warna hitam (karet ban).

Rupa-rupanya terjadi srempetan antara kedua pembalap sehingga terpaksa keduanya harus di tarik oleh derek. Tidak ada kasualiti atau korban yang cedera kecuali wajah pucat dan mungkin buru-buru menilpun orang tuanya “mami, papi aku kena musibah di jalan..

Saat melewati TKP, salah satu penumpang mobil yang saya kendarai seperti kepingin menumpahkan kegeramannya dengan seakan ingin berkata “sukurin eluh…” – ia memang belum hilang kagetnya di salip kiri kanan, dikepot timur barat  secara bersamaan.

Saya yang jadi supir cuma bisa menambahkan. “Tahu nggak yang barusan nyumpahin tadi punya anak ngebut dengan kendaraan sedan sampai mobil masuk parit irigasi, menjebol tanda lalu lintas akhirnya masuk rumah sakit…

Aura kegeraman dalam mobil mereda setelah dengan halus saya menyindir, bahwa kita juga punya keluarga seperti mereka. Gajah dipelupuk mata memang sering tidak kelihatan. Ada masanya memang anak-anak mencoba menunjukkan identitas dirinya.

TKP : Ruas tol Jatiwarna
Minggu 18 Jan 2001 jam 15:36 sore

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s