Waktu Gulung Celana Panjang


Selasa 13 Januari 2009, nampaknya datang juga musim banjir. Seharian udara Ibukota mendung. Karena saya tinggal ditengah “RAWABOGO” – daerah abu-abu antara Jakarta Timur dengan Bekasi maka musik yang luar biasa adalah paduan suara ribuan kodok yang bisa seperti sambung menyambung menjadi satu.

Hanya repotnya jalanan kami yaitu Jalan Ratna dan Jalan Kodau seperti diiris oleh pisau raksasa tetapi tumpul. Pisau yang tidak tajam mengakibatkan jalanan seperti terpotong-potong tidak keruan oleh aliran hujan. Di mulut jalan bagian kanan ada plang bertuliskan Jalan Raya Kodau dengan Kode Pos sebagai 17422, namun tengoklah di bagian kiri biasa pak Ojek mangkap, Jalan Raya Kodau dengan kode pos 17421.

Hanya saja lagu “Nenek Moyangku” sepertinya tidak cocok ya. Pasalnya terjadi kecelakaan kapal Teratai Prima di perairan Majene, padahal syahbandar sudah melarang kapal untuk berlayar. Sebagai cucu pelaut harusnya kita tahu kalau laut sedang tidak bersahabat. Lho kok masih dilanggar.

 

Advertisements

One thought on “Waktu Gulung Celana Panjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s