Cinta lingkungan masih sekedar slogan


rumah-minahasaSalah satu program yang ditawarkan oleh Kawasan Wisata Pasirmukti (KWP) adalah berwisata sambil belajar. Anak-anak dididik mencintai alamnya sendiri dengan mata, kepala, kaki, tangan bersentuhan langsung dengan alam.

Coba saja anda mengunjungi situs resmi mereka.

Terletak diantara desa Tajur, Pasirmukti dan Gunungsari, kecamatan Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Melalui wisata agro yang mendidik dan menghibur, kami memberikan pengenalan dan pengetahuan pertanian bagi masyarakat pengunjung khususnya generasi muda Indonesia.”

Demikianlah pada pagi hari 1 Januari 2009 saya sudah mendengar riuh rendah rombongan wisatawan agro sedang berkumpul di sebuah ruang pertemuan sambil mendengarkan penjelasan dari tour guide.

Lalu mereka diberi caping (topi kerucut terbuat dari bambu), yang katanya nanti akan dilukis selain sebagai penahan panas. Luar biasa antusias anak-anak besar dan kecil tatkala mereka menggunakan topi yang mungkin di kotanya dikaitkan dengan pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan waktu banyak tetapi dengan penghasilan (umumnya) kecil.

Tidak semua anak-anak tahu persis bentuk batang kurma, lemon chui, manggis, durian. Memang sih penyelenggara kawasan tak lupa memberikan plang nama tanaman disertai istilah Latinnya.

Sayangnya dipakukan kepada batang itu sendiri, bukannya ditancapkan pada tonggak lain yang baku agar tidak merusak batang tanaman.

Juga dijelaskan mengapa bebek manila yang biasa dilihat di gembalakan di sawah-sawah selalu telurnya berceceran dimana-mana. Lantas bagaimana mereka akan meneruskan perubahan generasinya jika hal tersebut terjadi di hutan. Semua dijelaskan dengan cara yang mudah dimengerti.

Saat beristirahat, salah satu anggota rombongan nampaknya menangkap seekor reptil, bunglon, hewan melata berbuntut panjang yang mampu mengubah warna kulitnya menurut warna sekitarnya. Karena memang demikianlah alam memberikan pertahanan diri kepada bunglon.

Namun sangat disayangkan bahwa setelah ditangkap, bunglon tadi diikat tali dan dijadikan permainan agar ia mengubah warna sesuai kehendak sang penangkap. Herannya hampir semua anggota keluarga seperti menganggap bahwa perbuatan ini adalah salah satu dari acara mengenal dan mencintai alam.

Lantas ingat sebuah acara di Kick Andy – soal cinta tanaman. Di sana dikatakan bahwa untuk mendidik anak-anak mencintai tanaman dan binatang maka manakala sedari kecil anda melihat buah hati merobek sekalipun sehelai daun, segera diberi peringatan bahwa tanaman, hewan, memiliki hak yang sama untuk hidup.

Bedanya hewan atau tanaman rela menyerahkan daging dan tubuhnya untuk dimanfaatkan oleh manusia. Namun mereka tidak akan rela kalau dirusak dan dibunuh tanpa suatu maksud kecuali merusak yang sudah ada.

Peristiwa ini saya ceritakan kepada kerabat saya termasuk keponakan.

Belum juga gelembung ludah ujung bibir mengempis. Beberapa dari mereka mengajari anaknya menangkap undur-undur dengan cara menggali lubangnya. Setelah tertangkap binatang dimasukkan kedalam gelas. Saya biasanya mencegah dengan cara bercerita, atau bergurau kendati pesan moralnya adalah jangan diteruskan menangkap mahluk tersebut.

Pasalnya nanti dibilang pakde Cerewet semua dilarang, semua dibilang jangan apalagi ada maksud tertentu dibalik penangkapan binatang yang katanya “obat sakit asma.”

Saya mencoba menjelaskan bahwa dulu waktu aku kecil (dan tidak ada yang memberi tahu soal cinta hewan), undur-undur kami tangkap dengan cara memasukkan rambut kedalam lubangnya yang nanti segera dipegang oleh serangga karena dikira makanan.

Mungkin saja, pihak penyelenggara harus menambahkan “pendidikan” untuk tidak merusak, menangkap hewan yang terdapat di kawasan sana. Sebab banyak peringatan seperti Dilarang Memetik Buah, Dilarang Memancing tujuannya sekedar bisnis karena semua larangan diperbolehkan asal sudah setuju ada kompensasinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s