Alat kesehatan yang bikin “ketagihan”


Orang tuanya memberinya nama Jon. Tetapi di pasar Jakarta Barat dia di panggil Jon Buah lantaran pekerjaan sehari-harinya berjualan buah-buahan. Namun lelaki penyabar ini sempat muntab lantaran sang istri memiliki kebiasaan shopping alat-alat kesehatan. “Kalau eluh masih main kesana lagi, jangan pulang ke rumah.” kata Jon buah berapi-api.

Ada apa ini mengapa urusan kesehatan yang dicari-cari setiap umat manusia dari jaman dulu sampai kini malahan menjadikan badai rumah tangga.

Mungkin anda pernah melihat iklan di TV yang begitu menghipnotis. Penjaja alat kesehatan seperti mengetahui keinginan kita para bani adam. Selalu mencari jalan pintas. Sekalipun dibalik kemudahan yang dijanjikan terdapat udang berupa biaya yang seringkali tidak masuk akal. Apalagi bila diberi label buatan luar negeri.

Menurunkan lemak cukup dilakukan sambil menonton tv. Membentuk otot badan sampai six-pack sekedar dengan gerakan sederhana tidak perlu ke Gym. Penderita Diabetes, rematik  berat diobati dengan seuntai logam. Sakit tulang, cukup dibantu bohlam.

Dengan keahlian para pemasaran, sekali datang kesana orang bisa tertarik ucapan dan janji penjual. Kata-kata manis yang menghipnotis terumbar bebas. Apalagi kita dasrnya mudah sekali tergiur memberikan kesaksian-kesaksian yang sebetulnya masih harus dipertanyakan apakah sugesti atau terapi.  Kalau anda bisa memberikan kesaksian yang fenomenal dan fantastis, sebuah hadiah payung menunggu anda.

Ekses yang luar biasa adalah “dibela-belain ngutang,” demi membeli peralatan yang umumnya sebentar saja mubadzir. 

Mulanya sih cuma liat-liat aja, eh lama lama datang sambil bawa buku tabungan.” – kata seorang ibu rumah tangga usia 65tahun yang setiap buang air harus lama – lantaran pasang korset kecantikan dan awet muda. 

Luar biasa ternyata komoditi kesehatan bisa diolah sampai para nasabah takzim bak warga kerajaan Tuhan mengikuti ceramah Lia Eden.

Di keluarga saya sendiri, tiba-tiba saya melihat bangku beroda jungkat jungkit yang katanya bisa menipiskan lemak diperut sambil nonton TV. Ketika bangku jungkat-jungkit mulai lebih banyak ditekuk dan masuk kardusnya ketimbang di pakai,  saya melihat sabuk dengan baterei yang bertuliskan Jepang, Taiwan (kali), Indonesia yang intinya, mengecilkan ukuran paha, pangkal lengan saat kita tertidur.

Alat inipun bernasib sama, ditekuk, dilipat dan disimpan di gudang. Belum lagi makanan dalam bentuk bubuk yang kalau dicampur air mirip ilernya SHREK, orang mudah sekali percaya cukup menenggak segelas – penyakit hilang, lapar berkurang, lemak terbang. Dimana-mana dalil yang sahih adalah menurunkan berat badan dengan olah raga yang banyak, diet yang teratur.

Dan sampai sekarang belum ada wahyu sekalipun dari Lia Eden yang mengatakan bahwa dengan minum cairan tertentu maka berat badan akan melorot sekalipun kegemaran akan makanan berlemak, manis dan banyak tidur tidak menurun sedikitpun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s