Tamanku – mengakali tanah sempit


Ternyata kepingin punya taman seperti dalam majalah - susahnya minta ampun dan kudu rajin melihat pameran.
Ternyata kepingin punya taman seperti dalam majalah - susahnya minta ampun dan kudu rajin melihat pameran.

Belum lagi sering terjadi gesekan “selera” – dengan penggemar dan penguasa rumah yang satu lagi. Dia suka tanaman cantik, yang lagi ngetrend. Saya tetap yang klasik namun harum mewangi seperti melati, kanthil, kenanga, pandan. Bahkan bau alang-alang disiram air hujan saja sudah membuat perasaan saya damai.

Namun di taman ini saya harus “buka suara” maksudnya berisik sebab ada penghuni “diundang-tak diundang” yaitu ular dengan panjang sekitar 1m. Para Non diundang ini memberi kami kenang-kenangan berupa bekas kulit tua mereka.

Advertisements

One thought on “Tamanku – mengakali tanah sempit

  1. Pak Mimbar,
    Tamannya oke punya. Cuma agak heran aja, koq di tempat yang rapi, indah dan kayaknya ada “isolasi” pagar di samping dan di belakang itu bisa muncul ular ya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s