Mbesuk 22 September 2008 hari bersejarahku


Para Siswa MudLogger

Senin di pengujung September 2008 saya akan menyaksikan paling tidak selusin lebih mudlogger yang baru kami terima bakalan mengikuti kursus singkat pengenalan alias pembekalan masalah keamanan, keselamatan, lingkungan di  perusahaan dan masalah personalia.

Mereka akan menjadi ujung tombak perusahaan kami berpacu didalam bisnis mudlogging di Indonesia. Di tangan mereka terletak jatuh bangunnya perusahaan. Mesin perang ini sudah dijalankan.

Namanya memulai sesuatu maka, saya cukup nyungsep diserahi tanggung jawab ini. Dulu pekerjaan importasi, tiket, rekrutment, marketing dikerjakan oleh seksi atau bagian lain yang berbeda. Sementara saya harus belajar menguasai disegala lini. Amburadul, sudah pasti.  Manusia memiliki keterbatasan, namun bagi saya adalah tantangan.

Ada sekitar lima puluh teman di kantor saya, namun selain mereka sibuk akan urusannya masing-masing, kata “mudlogging” merupakan mahluk aneh dari angkasa luar. Beberapa teman baru juga mengulurkan tangan membantu, hanya memang karena bidangnya berlainan, seringkali kami mandeg ditengah jalan. Misalnya saja, saat membuka sebuah file untuk keperluan sebuah pembelian barang kadang database pelanggan tidak bisa ditemukan, padahal dunia tahu client saya adalah perusahaan minyak terbesar di dunia. Seorang admin yang seksi menolak menolong divisi kami karena hanya menambah beban pekerjaan yang sudah banyak. Ujungnya minta upah tambahan.

Secara logika bisnis, mendapat pelanggan kelas dunia semua orang akan bersorak-sorak nggruduki lokasi client, tetapi bukan hal demikian yang saya temui. Bahkan cenderung menghindari sebab client besar biasanya arogansinya besar juga.

Keunikan lain adalah mengelola pekerjaan yang melibatkan importasi barang rental ke Indonesia. Setiap hari saya harus berhubungan dengan pihak dari negara Australia, Negara  Singapura dan client Amerika. Semuanya kepingin hanya pendapat mereka yang betul. Ibarat juru masakan, kokinya terlalu banyak. Pekerjaan juga sempat tertunda.

Yang mungkin saya menjadi sedikit merasa bersalah adalah saat ini saya menjadi sosok berbahaya sebab “ngerampok” aset SDM milik perusahaan lain. Saat ini memang tindakan tersebut harus dilakukan “walau tidak mudah” – karena sempitnya proyek dengan tenaga kerja yang tersedia.

Namun untunglah sekalipun seribu satu pekerjaan harus dilakukan, dasarnya saya senang jongkok didingklik (bangku) sambil mengamati layar laptop maka dengan mengandalkan “speedy” saya tetap bisa berkomunikasi dengan teman dari negara manapun.

Saya benar-benar menerapkan sedang SOHO, small office home office, misalnya setelah internet maka peralatan kmunikasi dirumah saya ganti menjadi sebuah printer yang merangkap scanner dan fax. 

Dan supaya orang rumah tidak merasa dimadu dengan komputer pangku, saya biarkan ia menikmati sinetron-sinetron besutan Leo Sutanto sambil sesekali menimbrung. Perkara sebel melihat cara penyelesaian selalu terlalu mudah dengan “kecelakaan kendaraan,” lalu memunculkan sosok manusia Indonesia baik pihak putih maupun hitam selalu punya kebiasaan “nguping” – ya terima sajalah. Untung anak-anak sudah besar.

Satrio jarang dirumah. Jadi membawa pekerjaan ke rumah saya anggap pengganti baca koran.

Advertisements

2 thoughts on “Mbesuk 22 September 2008 hari bersejarahku

  1. Wah Bu Dokter jangan sadis dengan calon pasien dunk. Maksudnya dududk dodok dingklik – biar tidak betah didepan laptop. Tapi gara-gara speedy “broadband baik” memberikan gratisan internet jam 20:00-08:00 saya jadi tidak ingin menyianyiakan kesempatan ini

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s