Kalung Anjing


Kalung ID merangkap pembuka pintu
Kalung ID merangkap pembuka pintu
Pakaian saya sejak kerja kantoran di Jakarta adalah mengenakan kalung kain dengan foto setengah badan yang berfungsi sekaligus sebagai kartu untuk membuka pintu kantor.Seperti belum cukup, kalung masih ditambah dengan flashdisk alias thumbdrive.

Kadang saya geli dengan penampilan sendiri. Dog tag biasanya dipakai para serdadu, terbuat dari bahan yang tak mudah berkarat, misalnya baja putih atau aluminium. Dalam tag tersebut diketahui NRP pegawai eh militer, golongan darah, dan namanya. Maksudnya kalau terjadi keadaan yang membutuhkan pertolongan medis, para petugas kesehatan mudah mengenalinya.

Kasus yang sempat mencuat di permukaan adalah kuburan masal 170 tentara Australia (digger) yang terbunuh di dalam perang dunia I di Fromles pada Juli 1916 dari 5533 jumlah korban secara keseluruhan.

Hanya karena jenasah terkubur lebih dari 90tahun, maka banyak tag, medali, brevet yang sudah aus termakan usia sehingga dibutuhkan penyelidikan DNA.

Lha kok Jumat kemarin didalam lift sepertinya ada vibrasi membentur kepala saya. Biasanya saya berlagak tidak tahu sebab namanya di lift siapapun bisa kegeeran dikira dilihatin. Apalagi yang melihat sesama jeruk.

Betul saja, ketika saya keluar lift, nama saya dipanggil, lalu kami salaman. Ternyata mas Jati ini teman sesama milis yang selalu akrab namun tidak pernah bertemu muka. Bahkan masih ingat saya kirimi topi, kaos yang saya sendiri sudah lupa.

Yang tidak banyak diketahui orang, sebetulnya pengenal saya tidak diberi kartu magnit untuk membuka pintu. Lalu oleh pihak Personalia saya diberi kartu yang bisa dipakai untuk membuka pintu kantor dengan nama “Yohan Halim” – yang pernah bekerja disini.

Menyesal juga saya sempat menghujat kalung anjing. Ternyata ia menjaga tali silaturahmi diantara teman. Anjing memang teman dekat manusia, kalungnya saja bisa mendekatkan pertemanan.

Advertisements

2 thoughts on “Kalung Anjing

  1. lucu ya pakde kalo bisa ketemuan sama temen lama lewat sebuah media yg kesannya remeh. saya ketemu (lagi) dengan banyak temen2 edan jaman kuliah justru lewat friendster di internet. 6 tahun nyanggrok di kampus, jarang ngobrol, jarang ketemuan .. eh sekarang hampir tiap hari saling kirim message bahkan chating dengan teman2 terkutuk itu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s