Bagaimana sih rasanya di kuntit “dinas rahasia”


Hati-hati kalau malam-malam ada yang menilpun anda lalu meminta anda keluar. Jangan-jangan anda target untuk diculik.

 

Mungkin anda mengikuti berita belakangan ini seorang pemuka agama, tokoh pendukung kerukunan beragama pada suatu malam ditilpun oleh seseorang. Begitu ia keluar rumah, tahu-tahu sudah tidak ingat apa-apa dan tubuhnya bonyok dipukuli oleh “preman” – di suatu kawasan Pondok Indah dekat resto Ayam Bakar. Kaya boleh diatur saat kejadian lewat perawat rumah sakit dan suaminya yang melihat ada tiga orang berkulit hitam sedang menendangi wajah tokoh berkepala cepak mirip preman juga.  Keruan sang suami berteriak “maling” sehingga warga setempat menangkap salah satu komplotan.

 

Ketika ditangkap para preman menuduh – yang ia gebuki adalah adalah “preman.” Tokoh dengan initial “B” ini kalau bicara seperti batol kecap masih penuh saat dikecrotkan diatas mie bakso, peropnya loncer. Salah satu serangannya yang keras adalah saat mengecam penyerangan kelompok kerukunan agama di Monas tempo hari soal pro dan kontra Ahmadiyah.

 

Polisi – dalam hal ini Kapolresto dalam Koran Tempo mengakui adanya tindak penganiayaan, namun belum mendengarkan laporan pengaduan.

 

Pasalnya keluarga IP (Injured Person) lebih suka kasus ini diperpendek karena ini berupa “peringatan halus” sementara keluarga LSM – biasanya lebih suka memperpanjang kasus sepanjang ular naga.

 

Kira-kira mahluk mana yang mampu memukul kepala belakang sampai korban tak sadar bahkan sampai dibawa kerumah sakitpun korban masih tidak tahu apa yang terjadi. Apalagi yang mencurigakan SIM-card HPnya hilang. Padahal “B” punya tiga HP – entoh yang “terbawa” hanya SIMcard yang penuh nomor HP kelompoknya. Tetapi teori ini bisa dipatahkan sebab jarang-jarang orang menyimpan nomor tilpun ke Simcard.

 

Lantas siapa mahluk profesional dalam ilmu bela diri sehingga mampu mengalih perhatiankan korban sehingga mampu dibuat tak berdaya dengan sebuah pukulan dibelakang kepala secara presisi mengenai titik yang membuat orang blackuout sementara.

 

Lha kok kebetulan aku sedang mengobrol dengan sohib yang kenyang hidupnya diuntit orang. Kalau kita melihat profil Polycarpus misalnya, dia kelihatan sekali hasil didikan militernya. Bertubuh kekar, mampu mempengaruhi orang dan sayangnya banyak bicara.

 

Tapi umumnya para penguntit ini jauh dari kesan sangar, sebab ada penguntit yang rupanya ada masih punya hati nurani sehingga tidak jarang setelah menculik lalu bilang : “anda seharusnya saya culik, tapi sebaiknya sekarang mengungsi dulu…” – dan seperti dalam filem para jawara bayaran ini dibayar mahal dan diancam untuk pindah lokasi ataupindah rumah.

 

Teman ini bilang, bahwa kasus ini sebetulnya terjadi berlapis-lapis. Pertama ada team tersendiri yang bertugas menculik, lalu setelah berhasil menculik, team lain bertugas menyiksa – dan satu sama lain tidak akan saling kenal.

 

Kadang dalam pembicaraan saya harus hening karena ia menjawab tilpun dari pak Kapolres dan sebuah nama kalau tak salah dia menyebut mas Hen. Bener saja di Koran Tempo muncul berita bahwa Kapolres pondok Indah memang tah ada penganiayaan tetapi belum menerima laporan.

 

Seorang tokoh yang nyaris celaka bercerita saat di Puncak malam hari dari menghadiri sebuah pertemuan tiba-tiba sebuah truk hijau menyeruduk dari belakang. Mobilpun masuk jurang namun tertahan tebing. Lalu karena nomor pelat mobil jangkung dengan cat sangat kentara mudah dicatat maka melalui radio komunikasi keberadaan mobil diketahui sedang mangkal disebuah hotel di kawasan puncak.  Beberapa seperti mabuk dan buka baju.

 

Lalu keluar komandanya yang sangat sopan dan mengatakan minta maaf bahwa tidak sengaja menyenggol kendaraan mereka. Lalu komandanpun bersedia mengganti rugi kerusakan. Saat lokasi didatangi, komandan dan pasukannya sudah checkout dari hotel.

 

Bak filem saja layaknya.

romo-benny

 

Advertisements

One thought on “Bagaimana sih rasanya di kuntit “dinas rahasia”

  1. He….he…he….ini versi lain dari cerita yang beredar di milis dan media ya…paling bisa deh pak Mimbar! Tapi itu tahu kok cuma tertulis tah? Aku sempat agak bingung bacanya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s