Bos Bilang: Asal Jangan Ketahuan


Iklan di atas lalu diteruskan, Bos anda betul, menggunakan software bajakan untuk bekerja rasanya tidak jadi masalah. Asal tidak ketahuan pihak berwajib.”

Maka bos anda juga bisa berfikir untuk menyunat penghasilan dari kerja keras anda. Asal tidak ketahuan oleh Anda..

Ketika bos kita mengajarkan kita menghalalkan cara untuk mencapai suatu tujuan,  bagaimana berkelit dari pajak termasuk kewajiban membeli software bajakan, maka seharusnya kita waspada sedang berhadapan dengan monster yang suatu waktu tidak akan segan menyunat penghasilan kita, kalau kita tidak tahu.

Saya suka sekali mengamati seseorang dalam mengendarai mobil. Pengemudi yang “cool” mengambil jalur orang, menyodok kekanan kekiri, sikat bahu jalan, memasuki jalur larangan termasuk busway, ternyata banyak diantara mereka ini menceritakan berselingkuh sama bangganya dengan orang baru pulang Umroh.  Orang macam ini, bisa berbicara kedelai dipagi hari, dan tempe di hari lain.

Ada kebanggaan kepuasan atau semacam pencapaian orgasme karena melanggar etika dalam masyarakat. Sampai saya pernah bikin “ilmu titen” – kalau Indonesia ingin bebas dari korupsi, pembenahan pertama adalah dengan bersikap benar berlalu lintas.

Yang sipil tertib pada aturan, yang militer jangan mentang-mentang pelat nomornya beda menang-menangan sendiri.

Mobil petugas yang tidak jemu-jemunya menghalau kendaraan menaik dan menurunkan penumpang terlalu lama
Mobil petugas yang tidak jemu-jemunya menghalau kendaraan menaik dan menurunkan penumpang terlalu lama

Ambil contoh peristiwa di Bandara Internasional kita. Hari Sabtu 9/8/08 kendaraan kepolisian parkir di tempat terlarang. Lewat pengeras suara petugas keamanan Bandara berkali-kali minta dipindahkan tetapi tidak diindahkan. Buntutnya kendaraan berpelat kesatuan ini digembosi. Ternyata setelah melihat ban mereka digembosi, petugas protokoler yang memang ada di bandara marah-marah, tersinggung dan luar biasanya, kendaraan dimelintangkan di terminal 1B tujuannya agar semua kendaraan seputar bandara macet total.

Ahmad Haidir merasa bertanggung jawab akan keamanan dan ketertiban Bandara, yang selalu menerima kritik, bandara semrawut, langsung mendatangi kendaraan sang Jagoan kita. Orang Jawa bilang “Ular Mendekati Kayu,” maka Ahmad Haidir yang malang langsung dikeroyok petugas kepolisian kita sampai babak belur dan terjatuh-jatuh. Luar biasa sekali kekuatan angkatan bersenjata kita.

Salah satu pengeroyoknya yang dikenali adalah Briptu Aswar Hadin dari Polda Sumatra Barat.

Mereka meberi contoh dan tauladan yang tidak baik kepada masyarakat luas. Kalau kami tidak menertibkan mereka, pengendara lain bakal komplin, tebang pilih.” kata Mardianto – Komandan Bandara atas peristiwa yang menimpa anak buahnya tersebut. 

Dan kalau kita melihat bandara tetap semrawut, jangan heran. Banyak pihak yang memang lebih suka Bandara semrawut. Berita selanjutnya, mobil pejabat kita malahan seperti pamer kekuasaan, parkir lebih lama di tempat yang ekslusif. Kapan lagi, kelak kalau pensiun, naik bis kotapun tidak ada yang melirik.

Maka tak heran ketika kita melihat bagaimana semrawutnya pelaku lalu lintas (termasuk penjaga lalu lintas), korupsi semakin – sulit dan sulit saja diuraikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s