Panadol Atas Atau Panadol Bawah


Seminggu saya berada di Yard kawasan Tuas, Singapore. Hujan kadang turun. Panas sering menyengat. Namanya komplek industri jauh diujung negeri maka makanan yang paling gampang tersedia dan dibelikan oleh Hwang seorang teknisi asal Malaysia adalah nasi Lemak.Biasanya Hwang menunggang motornya special membawakan nasi bungkus ke kantin terdekat. Menunya tak jauh dari gulai “kepak” alias zwiwi, lalu fish meat ball – alias bakso ikan, kadang ada tambahan semangka.

Di hajar panas dingin panas dingin, kendari malamnya masih harus menemani Lia sulung saya mencari durian Sultan, XO, Red Prawn, maka praktis masuk hotel jam 01-an dan jam lima sudah harus terbangun.

Lama-lama tenggorokan terasa panas dan kepala mulai sedut senut.

Lalu saya minta kepada Lia putri saya yang selalu berkunjung selepas ulang kantor, sebutir Panadol. Kok jawabannya terdengar aneh “Panadol Atas atau Panadol Bawah.”

Ketika dia menjelaskan artinya Panadol Bawah, maka keprucutlah istilah Citayam “Bujug Buneng” – tanda keheranan. Pertama pertanyaan itu sendiri. Usut punya usut, panadol atas memang untuk menghilangkan nyeri bagian atas alias kepala, sementara panadol bawah untuk nyeri bagian bawah yang biasanya menyertai menstruasi. Nah keheranan saya kali ini Lia mengapa ikutan bapaknya mulai beranekdot.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s