Jimat Mat Loger – alias depth collector


Mud Logger – mat loger (versiku). Inilah “jimat” yang selalu dibawa oleh mat-logger (mudlogger) – dalam pekerjaan mereka yang berjibun, salah satunya adalah “depth collector” karena bertugas memonitoring pipa-pipa yang sudah ditusukkan kedalam perut bumi, dan melakukan penjumlahan sederhana jumlah pipa yang sudah masuk (batang) dan akhirnya akan didapatkan figur yang namanya kedalaman pengeboran.

BHA

Baris paling atas tertulis BHA adalah singkatan dari Bottom Hole Assembly – ini kalau diibaratkan bocah wedok adalah “jewelry” alias hiasan badan tapi penting. Umumnya BHA ini termasuk mata bor, stabilizer, crossover, drill collar spiral, Monel Drill Collar (Drill Collar Baja Putih) , Heavy Weight drill pipa, mudmotor, pengukur MWD termasuk pengukuran kemiringan arah arah lubang, Jar (alat sentak), bumper Sub, Roller Reamer.

Supaya pembicaraan tidak mbelandang (kebablasan) kemana-mana saya batasi saja BHA adalah mata bor dan asesorinya.

Disini panjang BHA (Bottom Hole Assembly) adalah 232.51m. Berarti dua kali panjang lapangan bola ditambah sedikit lapangan basket.

LENGTH

Kalau anda rajin mengurutkan ke bawah, maka nampak sekali bahwa panjang pipa bor selalu diatas 9meter dan dibawah sepuluh meter.

STAND LENGTH

Stand adalah kelompok yang terdiri dari tiga batang drillpipe (single), ada juga sih perkakas bor jenis kecil yang menggunakan istilah satu stand sama dengan dua dobel. Maka setelah penulisan S(ingle),D(ouble) tidak diteruskan dengan T(triple) melainkan sebagai STAND, lantaran setelah tiga batang pipa rangkaian tadi diberdirikan (stand) atau bersender kepada di menara rig.

Kolom selanjutnya bertuliskan DRILLPIPE adalah panjang keseluruhan dari Pipa Bor. Karena pipa bor takut sendirian kedalam lubang yang gelap dan berliku, maka dia ajak-ajak temannya yang bernama BHA (Bottom Hole Assembly). Penjumlahannya disebut TOTAL DEPTH kadang disebut Total saja.

Lalu ada hurup S singkatan dari Single atau Batang. Artinya sebatang drillpipe atau DP atau pipa bor adalah 9,61m. Jadi kalau dalam penulisan saya selalu bilang sepuluh meter hanyalah agar mempermudah membayangkannya.

DP ini tadi kalau disambung dengan pipa sebelumnya akan mendapatkan kedalaman 2315,09m hanya untuk panjang DrillPipe. Lanytas karena ada BHA diujungnya maka 2315.09m + 232.51m akan didapatkan 2547,60m. Kalau anda melihat angka 2547.60 seperti dicoret pensil, pertama matloger kita sudah memberitanda bahwa pipa ini sudah masuk kedalam sumur.

Lalu dibawah S ada D yang artinya “Double” ini tetap sebatang pipa 9,59m yang disambung namun karena ada pipa sebelumnya 9,61m maka dua batang pipa disebut double. Lha kalau tiga batang pipa disambung namanya bukan triple melainkan Stand. Anda sudah melihat Stand no 81 yang panjang pipanya saja 2334,27m dan panjang dengan matabor dan perniknya 2566,78m

Nomor-nomor stand ini ditulis dengan kapur Kuning atau putih saat pipa dicabut untuk mempermudah pemantauan keberadaan pipa yang keluar masuk lubang bor. Jadi kalau anda kebetulan masuk ke lokasi pengeboran lalu melihat pipa nomor 91yang terdiri dari tiga batang (selalu dirangkai setiap 3 batang kekecualian pada rig kecil), maka bisa jadi pipa nomor 90 sedang berada didalam lubang sehingga anda bisa memperkirakan kedalaman mencapai 2821,01m.

Jaman masih kiplik, kami menggunakan istilah KD bukan Kris Dayanti melainkan Kelly Down, artinya satu batang pipa sudah masuk. Tetapi ketika peralatan rig mengalami modernisasi, mereka mengebor sekaligus tiga batang pipa dimasukkan, namanya “stand down” – namun matloger tua seperti saya “jojong bae” nekad saja salah kaprah menyebut Kelly Down.

Di offshore dengan rig yang mobile bergoyang dombret, jarang-jarang pak Driller mengebor sampai menyelesaikan satu stand pipa agar mendapatkan 2566.78m sebab saat ada “titik mati” yang tidak dibolehkan dilewati mengingat salah satu ujung pipa bor didigit dan diputar oleh mesin topdrive.

Biasanya disisakan sekitar 2 meter tidak dibor, lalu pipa disambung lagi.

Repotnya lagi, kami harus ahli juga membaca peta “pasang surut” air laut.

Sebagai islustrasi katakanlah pak driller menyelesaikan pipa bor stand nomor 81 yang totalnya 2566,78m tetapi karena disisakan 2 meter (stickup), maka kedalaman adalah 2564,78m tetapi masih ada koreksi terhadap pasang surut air laut.

Katakan pada 1 Maret 2007 pada jam 00:00 saat air laut pasang naik 1,90m maka kedalaman yang 2564,78m tadi harus dikorting menjadi 2562,88m inilah yang dinamakan kedalaman terkoreksi dengan pasang atau Depth Tide Corrected.

Koreksi pasang surut ini didapatkan dari Badan Meteorologi dan Geofisika Australia. Namun kami memiliki sensor sendiri yang dinamakan  Heave Sensor yang melakukan operasi matematika secara terus menerus. Sekalipun demikian, para matloger yang hanya memiliki kemampuan di daerah operasi darat, biasanya kelimpungan sebentar untuk mengerti logika yang dimaksud sebagai tide corection, tool joint calibration, depth synchronization.

Tetapi setidaknya anda sudah mengecap sedikit kehidupan “depth kolektor” alias matloger. Dengan jimat Layang Drillpipe, maka manusia mampu menempuh ombak, menembus bola dunia (sedikit), menyedot minyak. Semua dari secarik kertas kecil bernama pipe tally.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s