Sendok untuk mengukur


Spoons are for measuring
Sticks are for stirring

Lha iyalah anak kecil juga tahu sendok untuk menakar/mengukur sementara batang kayu kecil untuk mengaduk.

Namun nyatanya tulisan atau peringatan ini tertempel di dinding lapangan terbang kaum pertambangan di Pulau Barrow Australia Barat. Pasti ada udang dibalik pengumuman ini.

Pulau Barrow adalah kawasan yang dijaga ketat ekologinya. Binatang dan tumbuhan disini tidak boleh dibawa keluar dan juga tidak diperbolehkan memasukkan mahluk lain kedalam pulau Barrow.

Seperti nampak pada gambar, pemandangan dari dalam lapangan terbang semata hanya semak dan gunungan hasil olah kerajaan anai-anai (kerucut berwarna kecoklatan).

Karena di lapangan terbang tersebut kami tidak diperkenalkan meninggalkan ruang tunggu, sebagai ganti “suntuk” disediakan TV Foxtel yang saat ide menulis ini timbul sedang memperlihatkan dua raja Sexi JT dan Madonna menari dan menyanyi dengan sangat ciamik. Lalu ada tilpun lokal gratis sebab sinyal HP tidak sampai ke daerah terpencil ini. Tak ketinggalan sebuah perangkat minuman otomatis.

Dan di ujung terminal disediakan perangkat minum kopi gratis.

Namanya orang banyak, ada saja kebiasaan anehnya. Semisal menggunakan sendok gula dan kopi untuk menyeduh minuman lalu dikembalikan ketempat semula dalam keadaan berlumuran air panas. Akibatnya gula dan kopi dalam toples yang semula menggiurkan menjadi nggilani.

Oleh sebab itu mereka menyediakan sendok didalam toples kopi, sendok ditoples gula dan potongan kayu pipih ala penjual eskrip untuk mengaduk minuman ditambah dengan sedikit “aturan pakai” – maka diharapkan ketidak tertiban soal aduk mengaduk teh atau kopi bisa kembali ke jalan yang benar.

Sayangnya politik devide et impera dengan memisahkan sendok kopi dan sendok gula ini tidak berlaku di rig pengeboran kami. Orang tetap saja tidak perduli akan wacana pemisahan alat minum ini.

Daripada repot-repot, pihak katering “ESS” – menyediakan sejumlah sendok plastik kecil sekali pakai terus buang. Dan aturan yang bernada kekanak-kanakanpun tidak dibutuhkan lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s