Daripada Sapi dicuri


Sebuah mesjid kecil di bilangan elite si Singapura mengeluh lantaran dalam dua minggu berturut-turut mereka kehilangan tongkat yang biasa dipakai oleh para khatib dalam menyampaikan khutbahnya. Lalu ingat beberapa tahun lalu saat Zainuddin MZ sempat mengadakan ceramah di Pulau Madura yang terkenal dengan santri yang taat dan militan.

Dalam acara tanya jawab tersebut, seorang ibu peserta pengajian mengeluhkan mengapa ada orang yang taat kepada agama, salat tidak pernah bolong namun kehidupannya sehari-hari tidak terpuji.

“Yang dicuri apa ibu-ibu?,” tanya sang Kiyai

“Jemuran, ayam, piring juga dicuri pak Kiyai,” kata Ibu ini dengan bersemangat.

“Padahal mereka kan salat, apa ndak takut dosa,” tambah ibu lain menimpali.

Pak Kiyai nampak tercenung lalu dengan senyumnya yang khas ia menjawab

“Baguslah mereka mencuri ayam dan jemuran, ibu..ibu..”

Seperti tahu akan isi hati sang penanya Kiyai melanjutkan, dengan suara yang khas sedikit serak

“Lah, kalau mereka nggak salat, Sapi sampeyan yang dicuri..tambah rugi”

 

Advertisements

One thought on “Daripada Sapi dicuri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s