Ketika Kompor Raksasa padam


Sepi, kesepian , padahal sebelumnya kompor atau burner ini nampak garang. Beberapa hari sebelumnya seluruh mata tertuju kepadanya. Ia bagai ratu kebaya dipanggung.

Hilang sudah suara yang bergemuruh disertai lidah api seperti fiksi Godzilla dalam filem anak-anak. Pipa-pipa, kerangan, selimut anti panas sudah mulai dilolosi. Satu persatu para ahli yang menekuninya bak perawat ICU mulai mengemasi barangnya masing-masing. Bertemu keluarga atau malahan pindah ketempat lain yang membutuhkan keahlian mereka. Biasanya inilah Kartu Tumbuh Kembang sebuah sumur. Mulai di bor, diuji produksi lalu ditinggalkan kesepian menunggu adik-adiknya sumur lain dilahirkan.

Mudah-mudahan sekawanan dolphin yang semula ketakutan melihat api, akan merasa nyaman kembali menemani kompor ini diantara jam 4pagi. Juga ular laut pelbagai ikan yang berada dibawah ketiak kompor.

Sambil menunggu datangnya dolphin, diantara rembang senja seekor camar kelelahan hinggap diatas sumbu spuyer. Tanpa suara. Beristirahat setelah letih terbang mencari makan.

Kalau saja dia tahu kemarin ada api besar pada tempat ia bertengger, mungkin camar akan berfikir dua kali.

Advertisements

One thought on “Ketika Kompor Raksasa padam

  1. kalau saja ia tahu kemarin ada api besar pada tempat ia bertengger, ia akan menyesal. Lantaran ia bisa datang bersama teman-temannya untuk menikmati api unggun yang kini sudah dimatikan secara paksa hihihihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s