Spiderman Mabuk Gadung


Di tengah ramainya lalu lalang para pejalan kaki di Orchard Road, penjual mainan anak-anak di kaki lima ini mencuri perhatian saya.

Tanpa berteriak-teriak dia melemparkan mainan berupa karet lunak yang dibentuk seperti spider man.

Dinding yang dipakai untuk spider man panjat turun tebing adalah bangunan yang sedang direnovasi lalu ditutup dengan triplex yang dihiasi dengan iklan.

Begitu dilemparkan maka two dollar spider man akan “clek” melekat didinding seperti cecak hanya sesaat dan makin lama bergelantungan turun.

Lucunya kalau mainan tersebut dilempar terlalu keras atau pada tembok kasar seperti semen di rumah maka sebagian tubuh spiderman akan lekat sehingga tak jarang kepalanya putus atau tangannya lepas kendati bagian lain masih sanggup bergelantungan turun.

Kalau diperhatikan, gaya manusia laba-laba mirip orang mabuk ketimbang pahlawan membela kota dari kejahatan.

Saya diprotes oleh beberapa pengunjung blog, lha kalau cuma mainan rombeng macam begitu di Singaparna juga banyak. Betul sih, saya membela diri, justru yang aneh ngapain saya mengamati orang jualan mainan. Tapi sekaligus pembelajaran (halah, nggaya) bahwa untuk menulis, tidak perlu rumit, asal sedia HP dengan kamera atau kamera saja maka sebetulnya banyak obyek lucu disekitar kita.

Persoalannya adalah melawan “suara di kepala” yang selalu ceriwis dan menyoba menyetop aliran menulis dengan bujukannya : “begitu saja dipotret, begituan saja di tulis…

Advertisements

6 thoughts on “Spiderman Mabuk Gadung

  1. Wah makin keren saja nih blognya…
    Kok nyari mainan ini jauh amat ke Singapura…di Cipanas juga ada deh…pokoknya saya sudah pernah lihat di Indonesia he..he…he…

    Like

  2. Meidy
    Ada 2 Spiderman di tembok rumah saya di ruangan tamu. Tokcer. Lempar plak langsung lengket gak bisa goyang. Mau diturunin belum sempat ngambil tangga 😉 Salah strategi mestinya di bidang yang licin. Waktu itu iseng nawar n dikasih SGD 3 dapat 3.
    Anak teman saya bagi, dirusakin ama guru les rumahnya. Nangis minta ganti pak guru. Untung masih punya stock.

    Like

  3. Berthold Sinaulan
    Maaf terlambat komentar. Jadi ingat tahun lalu jalan-jalan bersama istri hadiah dari lomba Starbucks ke Singapura, lihat penjual spiderman itu dekat pintu keluar stasiun MRT Orchard. Mau beli, tapi terpikir besok akan lewat tempat itu lagi.
    Ya benar tebakannya, besoknya lewat di situ sang penjual tak ada lagi. Besoknya lagi, kami sudah kembali ke Jakarta.
    “The moral of the sorry (benar bukan story)”, kalau ada sesuatu yang unik dan terjangkau “kantung”, mestinya beli saja. Daripada nanti jadi, aduh “sorry”.

    Like

  4. Lucunya kalau mainan tersebut dilempar terlalu keras atau pada tembok kasar seperti semen di rumah maka sebagian tubuh spiderman akan lekat sehingga tak jarang kepalanya putus atau tangannya lepas kendati bagian lain masih sanggup bergelantungan turun.

    *jadi judulnya Spiderman korban mutilasi*

    Like

  5. bisa ada yang bantu…anakku minta gambar spiderman lagi makan baso…mungkin ada yang pernah lihat…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s