Menurunkan tekanan darah dengan Binatang Peliharaan


Mertua saya memiliki kebiasaan memberi makan arwana yang dilakukannya sepulang dari tunggu Tokonya. Agar arwana ini tidak cepat besar sehingga perlu akuarium lebih besar lagi, sejak kecil mahluk tersebut dibonsai dengan diberi diet cacing merah beku – yang sebetulnya jentik-jentik nyamuk yang dibekukan.

Ketika cucunya datang, mereka berebut memberi pakan kepada mahluk lucu dan jinak tersebut diluar sepengetahuan sang kakek. Nah begitu kakek datang, sang ikan nampak acuh, kakek kebingungan, lalu kalau stress, ia macam kerasukan arwah “Kapitan “tete” Jonker” yang konon bermukim disalah satu meriam di halaman musium Fatahilah yaitu sekujur badannya gatal. Sejak itu memberi pakan ikan hanya hak prerogatif sang kakek.

NG, seorang remaja pemberontak selalu bermasalah baik di rumah maupun disekolah. Uang orang tuanya dicuri, lalu ia menghilang bersama teman-temannya dan kembali setelah uangnya habis. Di sekolah, ia selalu melawan gurunya sehingga terpaksa dikeluarkan dari sekolah. Di sebuah penampungan anak-anak dia berkenalan dengan seorang ahli terapi. NG diperkenalkannnya dengan binatang semacam marmut yaitu Hamster. Lambat laut sikap agresifnya berubah menjadi sikap kasih sayang. NG bahkan bisa menitipkan surplus binatang peliharaannya ke toko penjual binatang pelihraan terdekat.

Lain halnya dengan Ruth, ketika mendengar kerabatnya akan dioperasi, dia merasa kuatir sehingga hilang nafsu makannya. Setiba di rumahnya ia nampak lesu, lalu kedua kucing peliharaannya diberi makan malam sementara Ruth duduk didepan TV. Ternyata kedua kucing menolak makan namun malahan menemani Ruth menonton TV. Berkali-kali kucing ini dibawa kedekat makanannya yang hanya diendus lalu pergi. Kucing peliharaan Ruth, kehilangan selera makan seperti halnya sang pemilik. Ternyata operasi berjalan lancar, Ruth merasa lega dan sekarang perutnya keroncongan lalu dicomotnya sepotong sandwich. Kedua kucingnyapun sekarang ikutan menikmati makan malam mereka.

Para ahli hewan mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah bersifat gaib. Mahluk peliharaan kita memiliki intuisi dan mampu melihat apa yang tidak bisa kita lihat. Seekor anjing seperti merasa akan ditinggalkan sang tuan, nggelesot di kaki sang pemilik yang sebentar lagi akan menjalani operasi. Ternyata pemilik anjing tersebut meninggal dunia setelah dioperasi.

Aosiasi Jantung Amerika mengatakan bahwa hanya dua belas menit pertemuan dibutuhkan antara manusia dengan binatang kesayangannya dan pertemuan singkat tersebut mampu menurunkan tekanan darah, membuang hormon jahat sehingga terhindar dari serangan jantung. Terapi dengan menggunakan binatang sudah mulai dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah perusahaan di Jepang malahan memberikan “tunjangan keluarga” kepada pegawainya untuk biaya pemeliharaan hewan. Rupa-rupanya dengan kecenderungan seseorang hidup menyendiri maka binatang dianggap sebagai pengganti anak.

Tapi yang paling saya sebel, Lia punya boneka anjing bernama Pleki, suaminya memiliki yang sama bernama Plekji. Celakanya manakala mereka dirumah keduanya “kambuh” – Lia misalnya akan berbicara “mas – pleki kutuan tuh dibawah kupingnya,” eh gilanya sang suami datang sambil memeriksa boneka kumuh dan bilang “oh iya, saya pithes saja ya..”

Ada sakit-sakitnya juga ternyata..

Advertisements

2 thoughts on “Menurunkan tekanan darah dengan Binatang Peliharaan

  1. memang begitu pak… seperti halnya manusia, hewan peliharaan bisa “attach” ke pemiliknya. Tapi itu tergantung juga hewannya apa (doggy yang paling mudah “attach”) dan bagaimana hubungan keduanya itu dijalin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s