ATM payung


Bangunan mirip sosok ATM ini saya jumpai di Kampung Belanda, Holland V, Singapura. Terjepit antara kedai cepat saji macam Bread Talk dan Kun Faya Toast, tak heran bilamana hujan tiba dan anda sialnya (biasanya kita cenderung menulis kebetulan) tidak berbekal payung ditangan, maka dengan uang delapan dollar anda sudah langsung memperoleh payung.

Di Singapura ada kebiasaan para toko yaitu menurunkan harga payung saat hujan turun. Dan kembali ke “jalan yang normal” – saat hari terik meradang.

Sayang kios atau dispenser yang satu ini tidak pernah perduli dengan hari hujan atau tidak tetap manteng dengan harga delapan dollar.

Harga payung yang terbuat dari rangka aluminium, ringan dan mudah masuk dompet atau tas ini delapan dollar Singapura hampir mirip dengan 55 ribu rupiah.

Kalau anda memiliki tanah kosong yang strategis untuk unit penjualan payung, perusahaan ini masih sanggup menampungnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s