Manometer Kesepian


Manometer ini terpasang sendirian berjarak 2 meter dari hiruk pikik kendaraan yang lalu lalang di Upper Thomson Road.

Kalau tidak karena disebelahnya tergeletak sebuah conthong (cones) rambu lalu lintas dan seekor Jalak maka benda yang menunjukkan tekanan 150 psi (pound square inch) bakalan terlewatkan.

Ditaksir dari tekanannya sepertinya tekanan air pam setempat yang memang mampu menyemprotkan air ledeng dengan kencang bak dipencucian mobil “steam dan salju” kita.

Yang kepikiran, harga manometer ini cukup lumayan. Dipajang telanjang begitu saja dipinggiran jalan, apa tidak kuatir dicuri atau minimal dirusak oleh kaum vandalis.

Tapi itulah Singapura “Negara Kecil ” dengan segala keunikan dan kehebatannya.

Disiplin masyarakat begiku ditanamkan sehingga apapun aturan Negara, tidak ada yang coba-coba “bermain” sambil merapatkan telunjuk dan jari tengah lalu dibengkokkan kedepan dan diluruskan kembali bak iklan sebuah merek produk elektronik.

Advertisements

One thought on “Manometer Kesepian

  1. Disini juga sungainya kaya akan ikan. Boleh dipancing, tapi yang gede aja .. kalo yang kena ikan kecil, musti dicemplungin lagi.

    Coba kali diindonesia ada peraturan begini, mana ada yang peduli. Besar kecil asal nyantol dipancing berarti rejeki, ndak boleh ditolak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s