Kucoba menembak Roo, Burung kudapat


burung_joondalups.jpgNiatnya menembak (kamera) ROO alias kangguru yang kata petugas lapangan golf banyak berkeliaran disekitar padang golf dibelakang hotel saya menginap.

Tetapi hari itu saya kurang beruntung. Kalau dicerita wayang, mustinya langsung tersesat di sebuah pondok ketemu puteri yang cantik sekali. Cuma bedanya saya bukan Raden Pandu dari Astina. Sekalipun demikian “putri” cantik yang saya temui adalah seekor burung yang malu-malu mengawasi saya yang celingukan mencari Roo di siang bolong

burung_joondalups_action.jpgTetapi begitu melihat kamera atau melihat wajah saya yang kuciwa“, burung ini seperti menaruh empati lalu dia bersedia bergaya didepan kamera.

Pertama tama tanpa suara dia meluncur ke rerumputan lalu “cubles” paruhnya seperti membetot sesuatu, mungkin cacing mungkin serangga lain. Habis itu dia bertengger disebuah batu dan siap berpose dengan gaya semanis mungkin seperti hendak meledek “saya tunggu sampai kamera bututmu siap tembak.

Hari itu memang saya kehabisan baterei sehingga adegan sang putri berbulu meluncur dari pokok kayu menyambar mangsa tidak sempat saya abadikan. Maklum kamera digital usianya sudah lebih dari satu repelita, boros dan pilih-pilih baterei. Mbelgedhes kalau memang dini niyat ingsun mestinya bisa ganti. Apalagi Kamera buat sekedar unggah (upload)  gambar ke internet. Tapi kadang dihantui pikiran, lha wong kamera masih bisa berfungsi apa ya harus diganti… Kalau saya sigap dan berdarah jurnalis tulen mestinya setiap saat siap grak dengan kamera.

Komentar dari pembaca “Hartono” saya ambil dari wikimu.com :”wah, hebat pak, itu burung kookaburra yang suaranya nyaring menyerupai suara monyet tertawa, koo-koo-koo-koo-kaa-kaa-kaa-kaa, sehingga disebut Laughing Kookaburra. Salut sekali lagi, Bapak bisa memotret burung itu.”

Advertisements

One thought on “Kucoba menembak Roo, Burung kudapat

  1. ada “rahasia” yang belum saya ceriterakan ke anak saya yang juga pencinta hewan
    saat di malang di mana kampung dengan halaman, saya punya kebun binatang mini, seluruh burung dari Indonesia Timur saya punya, kakatua, rangkok, betet, nury, ayam mutiara ya yang bisa bunyi dung-dung-dung-dung , itu yang seperti di taman mini , yang warnanya abu-abu ayu
    anak lain jalan-jalan gendong kucing, saya nenteng burung….
    belum lagi beo saya yang pinter , yang sering mengganggu ibu saya, menrukan tukang brambang, malam-malam si beo bunyi : brambang……, eh,ibu jadi bingung, tengah malam kok masih jualan, he..he
    belakangan sebelum pindah ke jakarta, saya pung 2 wallab.,

    he he, bungsu saya bisa “ngamuk”, kalau tahu ibunya “hartanya” banyak, sementara karena “born with asma” , punya kucing saja sudah istimewa……..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s