Wajah Para Mudlogger


depan_gereja_tua1.jpg

Sekali sekali bergaya. Biasanya kalau kami para mudlogger hendak melakukan rendezvouz maka kami tunjuk satu landmark yaitu Gereja Tua. Di lokasi ini pekerja dari pelbagai negara seperti Indonesia, India dan Filipina pada berkumpul dan mengobrol bersama. Gara-gara strategisnya maka para pemabuk, pencari dana, demo suka sekali mengambil tempat dipojokan ini. Kadang berkumpul pula para “laskar Gothic.”

Dengan bersosialisasi demikian kadang informasi mengalir deras. Ada barang murah, makanan enak. Saya mengajak mas Bambang melihat toko Buku Borrders, lalu saya tunjukkan buku Da Vinci Code karangan Dan Brown yang edisi luks bergambar. Harga aselinya A 60 namun diobral menjadi dua dollar. Saya langsung mengambil buku tersebut sementara mas Bambang masih pikir-pikir karena memang bobot buku tebal ini mendekati satu kilogram. Beberapa hari kemudian kami datangi, buku tersebut sudah habis terjual. Seperti kata orang “Pak Pos tidak pernah Kring-Kring dua kali..

mudlogger_tua_tanpa_perut2.jpg

Kadang kami mengaso sambil berbincang soal anak-anak yang sudah mulai besar. Lalu ia menceritakan putranya yang HANYA jurusan SOSIAL tiba-tiba kepingin masuk jurusan Teknik Mesin yang notabene dari haruis SMA eksakta. Kenyataannya sang anak sekarang menjadi asisten di perguruannya. Sebuah bukti bahwa penggolongan jurusan di SMA hanya menimbulkan diskriminasi dan pembunuhan bakat seorang anak. Lalu bapak yang ketiga anaknya lelaki semua ini bercerita anak bungsunya yang tidak disangka-sangka menjadi salah satu Gitaris terbaik di Yogyakarta.

Saat kami berbincang, ia mendapat SMS dari sang istri mengatakan ada puluhan mungkin ratusan kendaraan bermotor parkir di halaman sekitar rumahnya untuk mendukung festival band se Jawa Tengah. Namun saat mas Bambang menyampaikan bahwa anaknya mendapat urutan terakhir tiba-tiba keplotot (seperti odol) ucapan tanpa saya sadari : “wah juri dan penonton keburu jenuh.. kurang menguntungkan posisi nomor urutnya..” Mudah-mudahan putranda mendapat nomor dalam ajang bergengsi ya Mas.

Advertisements

2 thoughts on “Wajah Para Mudlogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s