Kursus Memasak Mi Instan



Bukannya membuat mi instan sekedar direbus pakai air sampai mendidih?
– ini pekerjaan sepuluh ekor simpanse, tetapi sembilan ekor sedang jalan-jalan tinggal seekor yang kebingungan. Pengalaman bodog (bodoh bangget) menyiapkan mi instan di sebuah hotel pakai microwave sampai meleduk bin mbledosz membuat saya harus hati-hati soal mie instan.

Dengan termalu-malu – saya tarik memo (tarik suara) kepada menko keuangan kabinet Mimbar, bagaimana menyiapkan masakan tersebut andaikata cuma tersedia sebuah ketel air yang kecil.

Mudah, telur dimasukkan gelas, kucuri air mendidih, diamkan lima menit. Mie instan dikucurkan air mendidih, tutup dan biarkan lima menit. Ndak perlu panci dan kompor segala..” – lho kok nyimut. Aku mau bukti kata saya setengah merengek seperti kalau punya gejolak “arus bawah” tersembunyi.

Betul saja, sewat-sewet, srak-srek dia siapkan masakan tersebut. Kadang dari belakang saya endus kuduknya. Perempuan ini selalu wangi.

Ada sedikit tipnya, air rebusan mi instan sebaiknya dibuang sebab banyak bahan pengawet, kuahnya diambilkan dari air mendidih baru.

Terus terang bagian ini saya kurang setuju sebab, rasa gurih bakmi menjadi “antah-berantah” maksudnya tidak keutara, tidak keselatan, tidak juga ke timur. Setelah mi selesai dihidangkan, saya ketempuhan harus menghabiskan masakan yang sebetulnya perut masih kenyang. Apa boleh buat. Ini memang harga yang harus saya bayar.

Advertisements

One thought on “Kursus Memasak Mi Instan

  1. Maaf saya copy Paste

    (Heru) Mecah telur 10 detik, masak nganggo microwave 30
    detik. Total waktu kurang dari 1 menit. (Catatan:
    Kalau rumah sudah dialiri listrik atau listrik tidak
    giliran padam ;))))

    (Habash)Saya juga pernah dengar, memanaskan air doang bisa bikin meledak kalau airnya itu sangat tenang. Mangkanya setelah beberapa tengah menit harus dibuka dulu lalu airnya di aduk, atau mungkin dicelupkan pengaduk non-metal ke dalam airnya waktu mendidihkan air di microwave.

    (AGUNG )Itu unsur endok mentah mas sing marahi mbledosz, rupanya dengan kecepatan panas tak seimbang dengan mateng, pada saat
    mencapai boiling stage kulit telur tidak mampu menahan “pressure”
    sang endok. Aku pernah mengalami nuun jauh di pedalaman Jambi sana wektu misih suka dijak ngebor-ngebor- an. Untung (mesti lho) kaca microwave gak pecah, klo mau aman di mie nya dikase air yang agak lumayan banyak baru deh temperature merambat gak drastic sehingga akhirnya aku bisa makan mierebus dengan endok mateng.

    (ANTON)Kalau berdasarkan peraturannya, seharusnya memang yang
    berbentuk cairan tidak boleh dipanaskan ke dalam
    Microwave. Sebenarnya energi yang disampaikan melalui gelombang
    micro tersebut akan terserap pada yang berbentuk
    cairan. Bahan-2 makanan pun juga mengandung cairan, walaupun
    sedikit dan itu sudah cukup untuk memanaskannya. Kalau murni tidak ada kandungan cairan, maka tidak akan panas2 /matang (sampai sampai kapanpun). Jadi memang kesalahan utama terletak pada telur dan air untuk mie tersebut, semakin banyak air semakin
    berbahaya. Biarpun air yang selama kita masak dengan microwave
    tidak terjadi masalah selama pengoperasian, namun perlu dicermati,

    Di dalam air tesebut masih tersimpan energi yang belum keluar. Sangat berbahaya karena juga akan menimbulkan letupan.

    Dan sangat tidak dianjurkan untuk memasak air dalam microwave.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s