Valentine


didepan_aduld_shop1.jpg
Teman-teman saya kalau lewat kawasan ini langkahnya dipercepat, pandangan kedepan dan langkah tegap semi berlari jelas menengokpun tidak. Alasannya mereka takut kepergok sesama “indo” berada sekitar kawasan “tante-hati-pink” – dulu merah.

Ketika saya mengusulkan untuk memeriahkan hari Valentine dengan berpose didepan toko yang selalu menjual tema “Cinta Kasih” – tak pelak, teman saya bertemperasan menyingkir. Wekekek.

Saya kadang meledek mereka mengapa hidup selalu dihantui teror “apa kata orang – sekedar jaim sehingga terkadang menyesakkan dada. Lagian jalan yang kami lalui adalah jalan umum semi protokol.

Lantas saya menjadi relawan untuk berpose didepan sebuah toko “greng” kebetulan pada saat hari Valentine. Ini yang membuat otak saya sampai sekarang rancu ketika orang lain berhura-hura Valentine dengan simbol hati maka alat navigasi saya hanya menunjuk arah toko esek-esek. Pasalnya seprono-seprene (dulu) belum pernah mendengar ada perayaan Valentine, tiba-tiba muncul mahluk ini dengan ancaman kalau tidak merayakan hari tersebut, bakal masuk pintu “ndeso” – nah lho.

Tahu-tahu SMS saya berdering “Happy Valentine Papa“- rupanya saya dibalas karma. Pintar juga anak saya meledek bapaknya yang menurut mereka bakalan menyunggingkan senyum mirip Jack Sparrow kalau disentil kata Valentine.

Pelajaran yang saya dapat kalau melihat kelakuan anak sebetulnya cermin apa yang pernah dikerjakan orang tuanya salah satunya meledek ya bakal diledek.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s