Pada sebuah kedai waralaba Indonesia


Lagu “Bersama Bintang“nya grup Drive mengiringi saya saya memasuki kedai masakan Indonesia di kawasan NorthBridge sebuah permukiman yang kondang sebagai China Town-nya Perth. Herman (pakai m) saya dua resto Indonesia yang saya datangi selalu diiringi ilustrasi musik Bersama Bintang.

Bau rempah-rempah, dupa mulai tercium hangat dari kedai sekitarnya. Belum lagi aroma ramuan herbal dari panti pijat sekitarnya. Sebuah ciri khas daerah Pecinan tak perduli di negara kebaratan macam Australia misalnya. Lucunya setiap mencium aroma dupa atau kemenyan saya merasa jadi dewa.

Di kaca depan terpajang iklan kartu tilpun yang dengan nominasi 10 dollar di jual dengan harga 9 dollar dan masih dapat bonus 1 dollar dijual dengan iming-iming menggiurkan yaitu menilpun tanah air selama 800 menit.

Seorang pemuda ramah langsung menyambut “hallo” – ini jelas sapaan fair dinkum aseli – bukannya “how you goin”-nya negeri OutBack.  Ciri khas Indonesia mulai dari kedai rokok sampai warung internet semua ramah.

Di sudut meja paling kiri tergeletak tumpukan majalah berbahasa Indonesia, kumal usia lantaran dibaca oleh banyak tangan. Lalu ingatan saya pada salon-salon kecantikan kita yang seperti standar menyuguhkan majalah kewanitaan dan lusuh. Di dinding terpampang penghargaan dari panitia musik rock, yang acaranya disponsori kedai es tersebut. Lalu beberapa ucapan selamat dari selebritis kita yang herannya mereka memiliki cengkok tanda tangan yang mirip.

Langsung saya memesan Es Teler, Nasi Rendang sementara teman saya Bakso Super dan minuman ringan. Saat membayar di meja kasier diperkenalkan masakan baru yaitu “babat goreng” hmmm.

Rasa es telernya, masih standar sesuai dengan pelang nama yang mereka pajang. Saya bisa merasakan nangka, kelapa muda dan manis segar Indonesia Bangget (g). Namun jujur saja rasa rendang yang saya nikmati tidak nendang seperti rendang Sari Bundo, Simpang Raya atau Sederhana. Mirip koki Bu Juminten (Gudeg Yogya) disuruh meracik cuka Palembang.  Lalu saya tanya kesan teman yang memesan Bakso yang kondang andalan lain kedai ini, dia hanya tersungging, mirip Jack Sparrow. Saya paham artinya.

Kalau perut tidak keburu protes mau rasanya merasakan pecel lele ala Northbridge yang kepalanya sudah dipenggal. Bagi saya impor ikan lele ke Australia bukan perkara mudah.

Suasana Indonesia kentara kental ketika beberapa kelompok keluarga mulai berdatangan. Nampaknya baru selesai dari semacam kebaktian, bisa dilihat sang pria berpakaian lengan panjang dibesut licin. Sang ibu berdandan habis tak jarang rambutpun disasak. Mungkin karena Minggu pagi. Lalu bercelotehlah mereka dalam bahasa Indonesia. Biasanya yang orang tua berbahasa Indonesia kecuali anak-anak mereka yang berbahasa Inggris campur melayu.

Ada sekitar 53 makanan yang dipajang oleh kedai makan ini dan yang paling enak adalah membeli suasana. Suasana Indonesia.

Advertisements

One thought on “Pada sebuah kedai waralaba Indonesia

  1. Tebu Jambi besar-besar, airnya banyak dan lebih manis dibandingkan varietas lainnya. Ciri-cirinya air perasannya agak keruh, seperti ada santannya, itulah yang disebut “Sari Tebu” Tebu Jambi memiliki rasa menyegarkan bila diminum dengan es batu, karena mengandung air tinggi dan cocok untuk dijadikan jenis usaha Es Sari Tebu. Bila Anda berminat membuka usaha minuman menyegarkan dan menyehatkan, saya siap menyuplay Tebu Jambi ke berbagai kota di Jawa. Silahkan hub. 081373212009

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s